[Valid RSS]

KabarIkn.com,Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa tata kelola yang kuat menjadi fondasi peningkatan kualitas layanan ketenagakerjaan. Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas kinerja agar program-programnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Ujung dari berbagai persoalan pembangunan sering kali bermuara pada isu ketenagakerjaan. Karena itu, Kemnaker harus mampu menghadirkan solusi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Yassierli.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan arahan mengenai Strategi Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Kinerja untuk meningkatkan nilai Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan Zona Integritas (ZI) Kemnaker di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Yassierli mengatakan, ruang lingkup tugas Kemnaker sangat luas, mulai dari penyiapan tenaga kerja yang kompeten, perluasan kesempatan kerja, perlindungan pekerja, hingga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

“Oleh karena itu, penguatan tata kelola dan akuntabilitas kinerja menjadi kunci untuk memastikan setiap program berjalan optimal dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kemnaker terus memperkuat program yang berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya melalui perluasan pelatihan vokasi guna meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMA dan SMK serta menyesuaikan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Upaya tersebut diikuti optimalisasi layanan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja agar lulusan pelatihan dapat terserap lebih cepat oleh pasar kerja.

Selain itu, Kemnaker terus mengevaluasi berbagai regulasi guna mendukung terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif. Berbagai ketentuan yang dinilai menghambat pelayanan ditinjau agar lebih sederhana, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi bagian penting dari penguatan organisasi. Kemnaker tengah menyiapkan modul pembelajaran berbasis standar kompetensi jabatan yang dapat diikuti secara bertahap sesuai jenjang karier. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat profesionalisme sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

Transformasi organisasi turut dilakukan melalui penguatan pengawasan internal berbasis risiko serta peningkatan fungsi investigasi untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan secara transparan dan akuntabel. Di saat yang sama, Kemnaker terus mendorong pembangunan sistem data terintegrasi guna mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Data menjadi fondasi untuk melihat persoalan secara utuh, melakukan evaluasi program, sekaligus menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” kata Yassierli.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan penguatan tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja merupakan fondasi utama peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang 2025 menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat efektivitas program dan kinerja organisasi.

“Berbagai hal yang kita hadapi harus menjadi pembelajaran untuk memperbaiki tata kelola organisasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Cris.(*)

KabarIkn.com,Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, (Menaker) Yassierli, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila bertema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" yang berlangsung khidmat di Plaza Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, pada Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Menaker mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). 

"Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh hanya menjadi hiasan dinding kantor atau sekadar teks di buku sejarah, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Yassierli.

Menaker memberikan instruksi tegas kepada seluruh pegawai Kemnaker untuk mengawal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tugas mereka.

"Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan, " katanya

"Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," lanjut Yassierli. 

Dalam amanatnya, Menaker menegaskan bahwa peringatan hari lahirnya Pancasila tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi penting untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. 

Yassierli menegaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" menjadi pernyataan tegas nilai-nilai luhur Pancasila tak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik, melainkan juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi. 

"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Pancasila juga menjadi jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," ujar yassierlierli.(*)

KabarIkn.com,Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma ketenagakerjaan di PT Indonesian Epson Industry (IEI).

Sebagai tindak lanjut, Kemnaker akan menurunkan tim khusus dalam waktu dekat guna melakukan pembinaan serta pemeriksaan terkait dinamika hubungan industrial di perusahaan tersebut.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, saat menerima aksi damai Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI) di depan kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (25/5/2026).

“Kami sudah menerima 11 perwakilan F-SPGI dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan. Kemnaker akan menurunkan tim khusus untuk melakukan pembinaan, serta menerjunkan Tim Pengawasan Ketenagakerjaan guna melakukan pemeriksaan. Semoga dapat diperoleh keputusan terbaik dari perselisihan ini,” ujar Wamenaker Afriansyah Noor.

Dalam aksi tersebut, F-SPGI menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan union busting, pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), penegakan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB), serta perlindungan terhadap 12 pekerja yang diduga terdampak permasalahan PKWT.

Wamenaker menegaskan pemerintah menaruh perhatian serius terhadap persoalan tersebut, baik dari sisi pencarian solusi bersama maupun penegakan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

“Pemerintah akan mendorong penyelesaian terbaik bagi 12 pekerja yang menjadi bagian dari perselisihan ini. Tentu ini bukan persoalan mudah, tetapi mudah-mudahan dapat tercapai kesepakatan,” tambahnya.

Kemnaker berharap momentum ini dapat mendorong kolaborasi yang lebih positif serta kepatuhan terhadap regulasi antara serikat pekerja, manajemen PT IEI, dan pemerintah. Kemnaker juga memastikan seluruh proses penanganan dijalankan secara transparan dengan prinsip tata kelola yang baik.

Menanggapi komitmen tersebut, Presiden F-SPGI, Abdul Bais, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan perhatian Kemnaker dalam mengawal aspirasi serta hak-hak para pekerja.(*)

Kabarikn.com,Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, resmi menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menegaskan pentingnya penguatan kompetensi generasi muda agar lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja.

Menurutnya, program magang menjadi langkah strategis untuk mempertemukan lulusan baru dengan kebutuhan industri. Selain memberikan pengalaman praktik kerja, program tersebut juga membantu peserta memahami budaya kerja, meningkatkan keterampilan, serta memperluas wawasan profesional sebelum memasuki pasar kerja.

Pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 1 dan Batch 2 telah diikuti sekitar 76 ribu peserta. Sebanyak 14 ribu peserta berasal dari batch pertama, sementara sekitar 62 ribu peserta lainnya mengikuti batch kedua. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan industri.

“Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif,” ujar Yassierli.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyediakan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta. Proses asesmen dilakukan secara luring di balai pelatihan karena pengujian kemampuan harus dilaksanakan secara langsung sesuai standar yang berlaku.

Menurut Yassierli, sertifikasi tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi peserta setelah menyelesaikan masa magang. Dengan adanya pengakuan kompetensi, lulusan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar kerja.

“Pengalaman praktik dan sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan,” katanya.

Hasil evaluasi batch pertama menunjukkan capaian positif. Sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap penyelenggaraan program, sementara sekitar 14 persen lainnya menyatakan cukup puas. Tingkat ketidakpuasan tercatat hanya sebesar 0,7 persen.

Penilaian positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4 ribu perusahaan peserta batch pertama, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program magang, sementara tingkat penilaian negatif hanya mencapai 0,4 persen.

Yassierli menilai hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa program magang memberikan manfaat bagi peserta maupun dunia usaha. Bahkan, sekitar 35 persen peserta batch pertama memperoleh tawaran bekerja di tempat mereka menjalani praktik kerja.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” ujar Yassierli.

Melihat perkembangan tersebut, pemerintah menargetkan perluasan pelaksanaan program magang pada 2026. Berdasarkan arahan Prabowo Subianto, jumlah peserta ditargetkan mencapai 150 ribu orang, meningkat dibanding target sebelumnya yang berada di angka 100 ribu peserta.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan menyiapkan berbagai tahapan bersama perusahaan mitra, mulai dari pembukaan lowongan, verifikasi, hingga proses seleksi administrasi dan seleksi daring sesuai mekanisme masing-masing perusahaan.

Tahap pertama pelaksanaan tahun 2026 direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu peserta. Program selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

“Kami mendorong para fresh graduate dan lulusan baru memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan memperluas akses kerja,” pungkas Yassierli.(*)

KabarIkn.com,Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengambil sumpah/janji dan melantik 976 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pelantikan ini menjadi awal pengabdian baru bagi para ASN dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat, dinamis, serta ditandai oleh transformasi digital di sektor ketenagakerjaan.

“Saya, Menteri Ketenagakerjaan, secara resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” katanya.

Dari total 976 ASN yang dilantik, sebanyak 954 orang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan 560 orang di antaranya langsung menempati jabatan fungsional pada pengangkatan pertama.

Selain itu, terdapat 21 orang yang melakukan alih jabatan ke jabatan fungsional, serta 1 orang pejabat struktural (JPT Pratama) yang beralih menjadi Jabatan Fungsional Mediator Hubungan Industrial Madya.

Dalam arahannya, Menaker Yassierli mengingatkan bahwa struktur karier ASN berbentuk piramida. Hal ini membuat persaingan di level atas semakin ketat. Karena itu, ia menekankan pentingnya setiap ASN memiliki keunggulan kompetitif agar mampu bersaing dalam sistem promosi yang semakin transparan.

“Sistem seleksi dan penentuan siapa yang layak akan semakin kompetitif dan transparan seiring dengan penguatan sistem merit ke depan,” ujar Yassierli.

Menaker juga menyampaikan tiga pesan utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh ASN Kemnaker.

Pertama, menjaga integritas dengan menjauhkan diri dari gratifikasi, nepotisme, dan konflik kepentingan demi menjaga reputasi institusi.

“Integritas itu sesuatu yang mudah diucapkan, tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah karena banyak godaannya,” katanya.

Kedua, ASN diharapkan memiliki growth mindset atau semangat belajar dan bertumbuh dalam membangun kompetensi dengan terus mempelajari hal-hal baru.

“Orang yang memiliki growth mindset adalah orang-orang yang sukses. Banyak hal yang harus kita pelajari, mulai dari TI, AI, database komunikasi, public relations, hingga administrasi,” ujar Yassierli.

Ketiga, ASN diminta menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama tim sebagai satu kesatuan Kemnaker.

“Saya berusaha menghilangkan sekat-sekat: ini Lavotas, ini Binapenta, ini Balai X, dan seterusnya. Semua kita adalah satu Kemnaker,” katanya.(*)