[Valid RSS]

DPRD Soroti Target Air Bersih 99 Persen, Minta PTMB Benahi Infrastruktur dan SDM

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — DPRD Kota Balikpapan menilai target cakupan layanan air bersih sebesar 99 persen pada 2027 masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh agar ambisi tersebut tidak sekadar menjadi angka di atas kertas.

Menurut Budiono, capaian sambungan rumah (SR) yang saat ini baru berada di kisaran 79 persen menunjukkan bahwa target tersebut tidak mudah direalisasikan dalam waktu dekat. Ia menilai kesiapan infrastruktur dan pengelolaan internal di Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) perlu diperkuat.

Salah satu persoalan utama, lanjutnya, adalah keterbatasan sumber air baku. Hingga kini, pasokan air masih mengandalkan Waduk Manggar, Bendungan Teritip, serta beberapa sumur dalam. Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menopang peningkatan layanan secara signifikan.

“Kalau sumber airnya masih terbatas, tentu jadi pertanyaan bagaimana target 99 persen itu bisa tercapai,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Selain sumber air, Budiono juga menyoroti kondisi jaringan distribusi yang dinilai belum optimal. Ia menyebutkan masih banyak pipa yang sudah berusia tua dan rawan mengalami kerusakan, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi air ke pelanggan.

Tak hanya soal infrastruktur, DPRD juga memberi perhatian pada aspek manajemen dan sumber daya manusia. Budiono menilai, isu rekrutmen pegawai yang kurang transparan dapat berdampak pada profesionalitas kerja di tubuh perusahaan.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, termasuk dalam sistem perekrutan yang harus mengedepankan transparansi dan kompetensi. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai ada kesan rekrutmen tidak profesional atau ada titipan. Itu bisa memengaruhi kinerja perusahaan,” tegasnya.

DPRD mendorong PTMB segera melakukan pembenahan internal secara serius, baik dari sisi manajemen maupun SDM. Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan air bersih di Balikpapan bisa lebih optimal dan target yang dicanangkan menjadi lebih realistis.

“Kalau ingin pelayanan maksimal, pembenahan harus dimulai dari internal, terutama SDM dan manajemen,” tutupnya. (t/adv)