[Valid RSS]

Ketua DPRD Balikpapan Soroti Dugaan Kelalaian Pengembang Terkait Tewasnya Enam Anak di Kawasan Green City

KabarIkn.com,Balikpapan — Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tragis yang menewaskan enam anak yang tengah bermain di kawasan Green City, Selasa (18/11/2025). DPRD menilai adanya dugaan kelalaian pengembang sehingga area yang berbahaya dapat diakses bebas oleh warga.

“Begitu kami mendapat informasi ada enam anak meninggal saat bermain di lingkungan Green City, kami sangat prihatin. Kami bersama Komisi III juga sudah turun langsung ke lapangan,” ujar Alwi.

Dari hasil tinjauan, DPRD menemukan sejumlah persoalan mendasar. Di antaranya, area perumahan tidak dipagari dan akses masuk dibiarkan terbuka, padahal lokasinya berdampingan dengan permukiman warga. Selain itu, terdapat beberapa kolam bekas galian yang dinilai sangat berbahaya bagi anak-anak.

“Menurut kami ada kesalahan yang mendasar. Perumahan tidak memagar, tidak menutup akses. Ada kolam-kolam berbahaya di dalamnya. Ini yang akan kami pertanyakan kepada pihak pengembang,” tegas Alwi, Rabu (19/11/2025)

DPRD menjadwalkan pemanggilan pihak Green City pada pukul 13.30 WITA untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Wartawan juga dipersilakan hadir dalam agenda tersebut.

Meski demikian, proses hukum telah diserahkan kepada Polsek Balikpapan Utara. “Kasus ini sudah kami serahkan kepada kepolisian untuk pendalaman. Kami ikut mendampingi sejak tadi malam,” ujarnya.

Alwi juga menyoroti adanya informasi masyarakat bahwa sebelum dilakukan pematangan lahan, wilayah tersebut merupakan daratan rendah tanpa kolam. Namun setelah land clearing dilakukan, muncul lubang-lubang besar yang kemudian terisi air.

“Kalau memang ini pematangan lahan, kenapa tidak diratakan? Kenapa sampai ada kolam yang berbahaya? Ini yang harus dijelaskan,” kata Alwi.

Ia mempertanyakan bantahan pihak Green City yang menyebut bahwa area tersebut bukan bagian dari wilayah pengembang. Menurutnya, area itu berada di kawasan yang hanya bisa diakses melalui Green City dan merupakan wilayah yang sedang dilakukan pematangan lahan oleh pihak tersebut.

“Kalau mereka membantah, siapa yang melakukan pematangan lahan di situ? Tidak ada perumahan lain di kawasan itu selain Green City. Logikanya siapa lagi kalau bukan mereka?” tegasnya.

DPRD akan memanggil camat, lurah, serta dinas terkait termasuk Disperkim, Dinas PU, dan Dalmani untuk memastikan kebenaran informasi dan titik tanggung jawab.

Alwi menegaskan bahwa DPRD akan meminta pengembang bertanggung jawab, termasuk memberikan tali asih kepada keluarga korban. Sementara proses hukum akan sepenuhnya ditangani aparat kepolisian.

“Ini peristiwa duka luar biasa. Biasanya satu atau dua korban, tapi ini langsung enam anak. Kami minta pengembang bertanggung jawab, dan DPRD akan mempertegas pengawasan terhadap perumahan yang abai terhadap keselamatan lingkungan,” tutup Alwi. (t/adv)