[Valid RSS]

DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD Lewat Pengawasan dan Efisiensi Sistem Tapping Box

 

KabarIkn.com,Balikpapan — Ketua Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Danang Eko Susanto, menyoroti pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor restoran, hiburan malam, dan usaha lainnya. Ia menekankan agar pengelolaan potensi pendapatan tersebut dilakukan secara lebih efektif dan efisien, terutama setelah adanya perubahan regulasi melalui Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).

“Kita berharap kantong-kantong pendapatan di Balikpapan, seperti restoran dan hiburan malam, bisa lebih efektif dan efisien pengelolaannya. Karena ada perubahan dalam Undang-Undang HKPD yang perlu disesuaikan secara hukum dan teknis,” ujar Danang dalam rapat bersama jajaran pemerintah daerah.

Danang juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dalam mengelola sistem tapping box — alat pemantau transaksi usaha — yang dinilai belum optimal. Menurutnya, masih banyak perangkat tapping box yang tidak aktif atau belum terpasang merata di seluruh tempat usaha.

“Kalau jumlah usaha ada dua ribu, sementara tapping box baru seribu, tentu ada yang tidak terpantau. Ini bisa berdampak pada kebocoran PAD,” tegasnya, Senin (20/10/2025).

Ia mengingatkan bahwa banyak potensi pajak daerah belum tergarap maksimal akibat lemahnya pengawasan dan efisiensi alat tersebut. Padahal, kata Danang, PAD sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan program-program pembangunan kota, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan penurunan dana bagi hasil dari pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada pusat. Pemerintah kota harus mencari sumber pendapatan sendiri agar program daerah tetap berjalan. Dewan dan pemerintah harus bersama-sama berperan aktif sebagai pengawas dan penggerak peningkatan PAD,” tambahnya.

Danang juga menyinggung adanya oknum pengusaha yang tidak menyetorkan pajak yang sebenarnya merupakan uang titipan masyarakat. Ia meminta pemerintah kota membangun sistem yang transparan dan akuntabel agar tidak terjadi penyimpangan.

“Ini uang masyarakat yang dititipkan melalui restoran atau tempat hiburan. Jangan sampai tidak disetorkan. Harus ada sistem yang terbuka dan program yang baik untuk memastikan PAD meningkat dengan jujur dan transparan,” tutupnya. (t/adv)