
Kabarikn.com,Balikpapan - Rabu (28/07/2021) , Komisi I DPRD Kota Balikpapan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) di Hotel Grand Senyiur Balikpapan. Adapun OPD yang hadir dalam RDP ini adalah Pihak Kecamatan , Kelurahan , DPPR dan Bagian Umum DPRD Balikpapan.
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan , Simon Sulean menyampaikan bahwa pembahasan kali ini menekankan tentang pengawasan di saat pandemi ini diharap kecamatan dan kelurahan itu dapat bekerja bersama dengan tim Satgas covid 19 untuk membantu memonitor masyarakat yang terpapar covid-19 supaya dapat diperhatikan dan bisa dilaporkan kepada tim kesehatan agar cepat ditangani.
Terkait RDP dengan DPPR , dijelaskan bahwa KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Platfrom Anggaran Sementara) ada sekitar 60 miliar lebih yang paling banyak adalah pengadaan dan pembebasan tanah, kebanyakan anggarannya itu ada di pengadaan tanah dan ada 4 lokasi.
" Kami melihat hanya di jumlah anggaran itu yang akan di gunakan dalam hal pembebasan. kemudian kami juga tekankan agar mereka hati-hati di dalam pembebasan itu jangan sampai nanti salah bayar, itu penekanan kami dari komisi 1," ujarnya.
Terkait pelayanan Komisi I memohon kepada DPPR agar bisa optimal khususnya dalam pelayanan IMTN dan juga tata ruang agar berhati-hati dan optimal di dalam pelayanan IMTN yang sedang berlangsung.
" Walaupun salam perjalanannya ini juga sedang mengadakan kajian , agar peraturan yang IMTN itu kalau bisa itu direvisi dalam waktu dekat , " imbuhnya.
Simon menambahkan , mengenai RDP bersama Bagian Umum DPRD Balikpapan mereka hanya menenkankan pada penggunaan anggaran supaya bisa di efektifkan karena anggaran di bagian umum juga besar. Komisi I juga mengharapkan bahwa anggaran di sana tidak semuanya di gunakan dalam hal seperti penyediaan misalnya makan minum karena sekarang ini sedang banyak kegiatan online.
" Banyak sekarang kegiatan-kegiatan sekarang itu kita kerjakan secara online jadi kita tidak ada pertemuan fisik jarang sekali sehingga harapan kami anggaran-anggaran untuk makan minum itu bisa bergeser, itu harapan kami," pungkasnya.
Untuk pergeseran tersebut juga tidak disebutkan berapa persen tetapi hanya menekankan kepada bagian umum tentang pergeseran itu , karena melihat bahwa anggaran itu tidak sepenuhnya digunakan apalagi dalam situasi kondisi seperti ini karena segala sesuatunya sekarang melalui online. ( adys )