Kabarikn.com,Tana Paser - Terjadi pemukulan dan penendangan beruntun diduga oleh pihak yustisi di area Siring kandilo, terkait sebabnya diceritakan oleh korban Bernama Aat Supian.
Aat Supian pun menceritakan bahwa posisinya sepulang jual buah , " sekitar jam 10 namun sebelumnya di depan saya ada yang lari dikira saya juga mau lari.Sebenarnya posisi saya mengikuti alur saja tidak ada niat lari, justru dapat lemparan kursi kayu mengenai motor dan kaki hingga saya jatuh dia," jelaskan sambil melihatkan luka memar di sekujur tubuh dan gigi patah ditendang sepatu oleh oknum petugas yustisi.
Belum sempat bangun sudah dipukulin karena banyak tangan dan kaki jadi tidak tau wajahnya.
"Yang jelas yang saya ingat baju satpol dan baju warna kemeja putih,"kata Aat.
Saat digiring oleh mereka terus mendapatkan pukulan hingga menuju swab ada satpol nanya kondisi saya, tapi setelah nanya malah memukul wajahnya.

"Sebelum swab wajah saya dipukul lagi oleh pihak berseragam satpol PP,"ungkapnya.
Hingga selesai swab keluar hasil negatif dan hasilnya di bawa oleh satpol PP.
"Yang jelas yang memukul saya dari beberapa tim yustisi yang saya tidak kenal wajahnya"ujarnya.
Pada hari ini pihak keluarga korban bersama korban melaporkan sikap petugas yang merugikan secara fisik karena korban sempat sesak nafas terkait pemukulan tersebut.
"Kalo kami dari keluarga minta itu di adili karena kami keberatan terhadap mereka yang memperlakukan anak saya yang tidak humanis,"kata Hardani pada Kabarikn.com Kamis (19/8/2021).
Hardani juga menyayangkan sikap petugas yang tidak bertanya dulu, sikap spontan petugas menggambarkan sikap arogansi.(ar)