[Valid RSS]

Kelurahan Baru Tengah Masih Temukan Remaja Ngelem Selama Ramadan, Kamtibmas Dinilai Membaik

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Pemerintah Kelurahan Baru Tengah masih menemukan kenakalan remaja selama Ramadan 2026. Salah satu yang kerap dijumpai adalah anak-anak yang kedapatan menghirup lem pada malam hari.

Meski demikian, situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut dinilai membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Lurah Baru Tengah, Eddy Moelyono, mengatakan secara umum kondisi wilayahnya tetap aman dan kondusif selama bulan suci. Hal itu tidak lepas dari sinergi tiga pilar kelurahan, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib).

"Selama saya menjabat, alhamdulillah aman-aman saja. Kami rutin patroli malam bersama Babinsa, biasanya mulai pukul 00.00 sampai 03.00 Wita, terutama di wilayah pesisir," ucap Eddy saat mengikuti Safari Ramadan di Masjid Mishbahush Shudur, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, Kelurahan Baru Tengah memiliki total 54 RT, masing-masing 27 RT di wilayah pesisir dan 27 RT di kawasan perbukitan. 

Khusus di kawasan jembatan beton perbatasan Kelurahan Marga Sari, terdapat delapan RT yang menjadi salah satu titik keramaian remaja pada malam hari.

Menurut Eddy, jika petugas mendapati remaja yang terlibat kenakalan, seperti menghirup lem, pihak kelurahan akan melakukan pembinaan. 

Anak-anak tersebut biasanya dibawa ke kantor kelurahan untuk didata dan diberi nasihat sebelum dipulangkan kepada orang tuanya.

"Kalau kedapatan ngelem, kami giring dulu ke kantor sehari. Kami bina dan panggil orang tuanya. Tidak bisa langsung ke Dinsos atau Satpol PP, jadi pembinaan awal tetap kami lakukan di sini," jelasnya.

Dalam satu malam, jumlah remaja yang terjaring patroli bisa bervariasi, mulai dari lima hingga belasan orang, tergantung situasi di lapangan.

Di sisi lain, Eddy menyebut peran Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) cukup membantu menjaga kondusivitas wilayah. 

Saat ini terdapat sekitar 19 poskamling aktif, menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 32 pos gabungan dengan posyandu.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlahnya memang berkurang, tapi yang aktif tetap berjalan. Ini sangat membantu menjaga keamanan lingkungan," katanya.

Menjelang akhir masa jabatannya yang berakhir 1 April 2026, Eddy berharap lurah yang akan menggantikannya dapat melanjutkan komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

"Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi dan tetap menjaga kebersamaan dengan masyarakat," tutupnya.(t/adv/diskominfo balikpapan)