
Teks foto:Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin
KabarIkn.com,BALIKPAPAN-Tahun 2026, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Balikpapan menargetkan untuk mengentaskan kawasan kumuh di Kota Balikpapan.
Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin membenarkan bahwa secara bertahap akan dituntaskan kawasan kumuh di Kota Balikpapan dan akan diselesaikan hingga tahun 2026 sesuai dengan rencana yang ada.
Saat ini, terdapat tujuh kelurahan yang mempunyai kawasan kumuh dengan berbagai kriteria, yakni kelurahan sepinggan raya, damai, klandasan ilir, gunung sari ilir, baru ilir, karang jati dan karang rejo.
“Alhamdulillah klandasan ilir, baru ilir damai sudah tuntas dan tugas kita gunung sari ilir, karang jati, dan sepinggan raya,” jelasnya, pada hari Rabu, 18 September 2024.
Yang menjadi target pertama Disperkim dimulai dari kelurahan karang jati, yang masalahnya ada pada penyediaan air bersih, karena salah satu indikator mengatasi kawasan kumuh harus ada akses penyediaan air bersih.
Kata Rafiuddin permukiman kumuh di Kota Balikpapan masih terdapat 100 hektare dari total luas wilayah Balikpapan sekitar 51 ribu hektare, sehingga pihaknya harus menuntaskan 100 hektar tersebut secara bertahap hingga tahun 2026.
Meskipun demikian, pihaknya terus mendata setiap tahun karena bisa saja kawasan kumuh dapat bertambah. “Yang sebelumnya tidak kumuh menjadi perkumiman kumuh yang baru," ujar Rafiuddin.
Oleh karena itu, pendataan terus dilakukan. Tentunya butuh sinergi dan kolaborasi dalam penataan pemukiman berkelanjutan antara pemerintah, swasta, media dan akademisi dan masyarakat.
“Untuk melakukan pencegahan dan penanganan kekumuhan di Kota Balikpapan, dengan melibatkan Penta Helix yang ada,” katanya.
Masyarakat bukan hanya sebagai penerima tetapi juga sebagai pelaku, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Target kita adalah kumuhnya tuntas, MBR nya bisa meningkat dan pengentasan kemiskinan bisa tercapai," terangnya.
Seperti yang dilakukan Disperkim saat launching Kota Kita Balikpapan di RT 35 Kelurahan Gunung Sari Ulu Kecamatan Balikpapan Tengah. Yang mana lokasi ini dipilih karena sumber air bersihnya sudah tersedia. Program Kota Kita Balikpapan dilaunching menggantikan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yang sebelumnya pernah terbentuk.(ri/adv)