
Oleh, ZAKARIA DAMING Pemerhati
Warga Balikpapan Barat.
KabarIkn.com,Balikpapan - Masyarakat Dahor menyayangkan sikap PT PATRA JASA sebagai pengelola Apartemen Amarilis Pertamina yang tidak peduli terhadap masyarakat sekitar, prosentase keterlibatan pekerja masyarakat Dahor dalam pengelolaan apartemen Amarilis tidak sesuai janji PT Pertamina terhadap warga dahor.
Zakaria, Mengatakan pada saat apartemen Amarilis dibangun oleh PT Pertamina didalam dokumen perizinan AMDAL nya menjanjikan masyarakat sekitar menjadi prioritas didalam rekruitmen tenaga kerja. Pakta hari ini hampir 90% pekerjanya adalah orang jauh, warga dahor hanya bisa dihitung jari prosentasenya sangat kecil yang diakomodir.
Padahal banyak anak- anak Dahor, masyarakat sekitar apartemen Amarilis yang memiliki kemampuan dan persyaratan yang cukup baik untuk bisa dilibatkan bergabung menjadi pekerja diaprtemen Amarilis Pertamina.
Masa hanya sekedar menjadi tenaga pembantu administrasi, receptionis, tenaga mantanance, dan tukang bersih-bersih semua dikuasai pekerja dari luar, sementara anak-anak masyarakat dahor hanya menjadi penonton, ujar Zakaria,
Zakaria yg akrab dengan panggilan Bang Jack, mengatakan Pengelola Apartemen Amarilis harusnya mampu membangun hubungan baik terhadap masyarakat sekitar, agar masyarakat yang tinggal diapartemen mewah dengan fasilitas lengkap dari negara, dengan masyarakat kampung dahor tidak terlalu nampak kesenjangannya.
Beliau juga mengatakan, pengelola Apartemen Amarilis tidak paham manfaat dalam membangun hubungan baik terhadap masyarakat sekitar, Perusahaan sekelas Patra jasa masa tidak paham ilmu komunikasi hubungan masyarakat.
Coba perhatikan lingkungan dahor saat ini rusak parah akibat adanya aktivitas pembangunan apartemen, saat ini kalau hujan bukan lagi banjir air yang dihadapi masyarakat Dahor tetapi banjir air disertai lumpur tanah, dan tidak ada perhatian sama sekali dari PT. Pertamina Balikpapan. Ujarnya
Bang Jack menjelaskan, Pejabat PT. Pertamina Balikpapan dahulu sangat aktif membangun hubungan komunikasi dengan masyarakat dahor, sebagai bukti saat dibangunnya apartemen Amarilis sama sekali tidak terjadi konflik, Krn komunikasi yang dibangun oleh pejabat PT Pertamina dahulu terhadap masyarakat sekitar sangat baik,
Pejabat PT. Pertamina dahulu menurutnya, hebat-hebat, dan sangat berhati-hati dalam melakukan proses mitigasi di masyarakat, dengan demikian masyarakat yang diajak komunikasi tepat, sehingga mudah dalam pengelolaan managemen konflik dilapangan,
Bang Jack juga menceritakan, Saat pertama perluasan kilang dilakukan tidak pernah ada demo-demo diPertamina, bahkan saat terjadi perdebatan hebat pembahasan ijin Amdal perluasan kilang, untuk membuka hutan gunung sepuluh, semua bisa terfasilitasi dengan baik oleh pejabat terdahulu.
Bahkan saat Pertamina dalam kondisi sulit dengan adanya musibah tumpahan minyak, masyarakat secara sukarela memberikan saran masukan yang kemudian membantu bergotong royong membersihkan pesisir laut.
Bang Jack menjelaskan bahwa, Pejabat PT. Pertamina sekarang, kemampuannya sangat jauh jika dibandingkan pejabat terdahulu, padahal beban tugas pejabat terdahulu sangat berat karena memulai pembangunan perluasan kilang diBalikpapan tidaklah mudah, dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik terhadap stakeholders,
Ketika semua telah terkonsep dengan baik, kemudian proses pembangunan sudah mulai berjalan dengan baik ditandai dengan beberapa kegiatan pembangunan perluasan kilang sudah terimplementasi orang-orang hebat itu dimutasi dan diganti dengan orang-orang yang tidak mengerti apa-apa, yang ada difikirannya yang penting tiap bulan gajihan dan mendapat fasilitas mewah dari negara.
Membangun komunikasi hubungan baik dengan masyarakat sekitar, dianggap tidak penting, pejabat Pertamina sekarang terlihat masa bodoh dan cenderung menghindar dari persoalan yang terjadi, bahkan acuh, yang penting gajih dan fasilitas mewah lancar didapatkan.
Bang Jack memberi contoh pejabat manager Asset Pertamina yang sekarang, kalau kita koreksi kinerjanya tidak jelas, apa yang dia kerjakan, Apartemen Amarilis itu kan Asset pertamina harusnya sistem pengelolaannya harus diawasi secara baik,
Beliau mengatakan, seharusnya manager Asset Pertamina bisa melakukan mitigasi agar mendapat masukan informasi dari masyarakat sekitar, kalau manager Asset cerdas dan punya kemampuan tanpa bertanya dia bisa lihat dengan mata kepalanya bahwa apartemen ini dekat dengan pemukiman warga, sehingga harusnya tergambar dikepalanya, pada saat tahap konstruksi pembangunan apartemen Amarilis, pasti warga dahor yang sangat merasakan dampak negatifnya,
Mulai dari ditutupnya akses jalan, debu yang menyerang warga, bisingnya bongkar muat matreal, semua dampak negatifnya yang merasakan adalah warga dahor, setalah apartemen selesai dibangun, warga sekitar sama sekali tidak dipedulikan
Bang jack mengatakan, Sampai saat ini Manager PT. Patara Jasa, apartemen Amarilis tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar, sama sekali tidak perduli dengan keberadaan masyarakat disekitar apartemen.
Apalagi GM Pertamina saat ini sama sekali tidak perduli, padahal didalam Undang - Undang disebutkan ada kewajiban perusahaan didalam menjalankan usahanya untuk memperhatikan lingkungan sekitar, dalam membangun hubungan Masyarakat. Ujarnya.
Bang Jack juga menjelaskan, harusnya Manager asset PT Pertamina berani melakukan teguran atau evaluasi terhadap managemen Patra jasa, selaku pengelola Apartemen Amarilis, yang didalam menjalankan usahanya tidak memperhatikan masyarakat sekitar, tetapi anehnya manager Asset membiarkan dan terlihat seolah takut dan enggan menegur managemen Patra jasa selaku pengelola Apartemen Amarilis, tentu ini menjadi tanda tanya, ada apa?..
Bang Jack menuturkan, harusnya manager Asset bisa mengambil pelajaran, pada saat gempa di Sulbar yang terasa hingga pesisir kota Balikpapan, pada saat kejadian penghuni apartemen berlarian turun dibarengi bunyi alarm, masyarakat dahor sangat panik ketakutan, karena melihat bangunan apartemen terjadi getaran hebat,
Kemudian pada saat terjadi ledakan besar akibat perbaikan tiang listrik diapartemen masyarakat dahor yang sangat panik ketakutan, mendengar ledakan tersebut
Kemudian saat hari-hari besar semisal tahun baru adanya kembang api, yang dilayangkan diudara, warga selalu ikut menjaga dengan mengingatkan agar tidak bermain kembang api didekat apartemen,
Saat mesin lampu Ganset apartemen beroprasi sangat nyaring dan bising suaranya, dengan mengeluarkan asap polusi hitam hingga mengganggu warga sekitar dahor.
Harusnya manager Asset mampu berfikir, bahwa semua dampak negatif itu, dirasakan oleh warga dahor tetapi yang menikmati dampak positif hasil usahanya adalah orang luar inikan tentu tidak berprikemanusiaan.
Bang Jack juga menjelaskan saat terjadinya kondisi pandemi Covid-19 disaat masyarakat bahu membahu untuk saling berbagi untuk bertahan melewati massa sulit itu, managemen PT. Patra Jasa, sebagai pengelola Apartemen amarilis tidak perduli terhadap masyarakat Balikpapan Barat terutama masyarakat kampung dahor.
Untuk itu warga dahor berencana dalam waktu dekat akan melakukan demo dan juga hearing kekantor DPRD Kota Balikpapan untuk menyampaikan protes terhadap GM Pertamina Balikpapan, dan juga Manager Asset Pertamina Balikpapan yang dengan sengaja membiarkan Pengelola apartemen amarilis, yaitu PT PATRA JASA dalam menjalankan usahanya tidak memperhatikan lingkungan masyarakat dahor.
Kemudian warga dahor meminta agar warga dahor sekitar apartemen diprioritaskan bekerja diapartemen dengan prosentase 70% warga dahor, sekitar apartemen dan 30% warga luar dahor
Kemudian lingkungan dahor dipulihkan dengan cara diperbaikinya jalan akses masuk warga.
Kemudian warga juga akan menuntut agar adanya pemulihan lingkungan dalam penanggulangan banjir diwilayah dahor.(*)