
KabarIkn.com, Samarinda - SKK Migas Kalsul menjadi salah satu narasumber pada Seminar Nasional bertema “Sustainable Development Goals 2030: Pemanfaatan Sumber Daya Alam”, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Mulawarman.
Latar belakang kegiatan dalam rangka pelaksanaan program tahunan BEM FT Unmul serta pentingnya mahasiswa mendapatkan pengetahuan terkini kondisi energi Provinsi Kaltim untuk mengetahui peran akademisi termasuk strategi maupun program kerja Instansi terkait ke depan dalam menghadapi tantangan.
Seminar Nasional yang digelar di Exagon Fakultas Teknik Unmul di Samarinda pada (24/11), menghadirkan narasumber dari SKK Migas Kalsul yaitu Spesialis Dukungan Bisnis Handel Martua PLN, Anggota Komisi III DPR-RI - Rudy Mas’ud hadir secara online, Anggota Komisi II DPRD Kaltim – Sapto Setyo Pramono, Plt. Kepala BAPPEDA Kaltim yang diwakili oleh Agus Aswanto dan Akademis Unmul – Dr. Haris Retno Susmiyati.

Dalam paparanya - Handel Martua PLN menjelaskan terkait Renstra IOG 4.0 hingga tahun 2030.
SKK Migas mendukung komitmen pemerintah RI dalam menurukan emisi karbon sebagai komitmen global yang tertuang dalam konferensi perubahan iklim. Renstra tersebut jelas tergetnya maupun strategi pillar Utama dan Pillar enablers (penggerak).
“Isu keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu prioritas SKK Migas – KKKS yang harus diperhatikan sehingga menjadi salah satu pilar Rencana Strategis Indonesia Oil & Gas (IOG 4.0), agar kegiatan operasional hulu migas dapat berjalan baik, namun lingkungan tetap terjaga” terang Handel.

Diakui handel, tak mudah mengimplementasikan penurunan emisi karbon di industry hulu migas, butuh biaya tidak sedikit. Kondisinya Dilematis peningkatan Produksi vs penurunan emisi karbon, hubungan dengan pengurangan emisi lebih kurang linier -- Semakin tinggi kegiatan, semakin tinggi konsumsi energi.
Sektor Hulu Migas harus dapat mendukung terjadinya smooth transition di dalam menuju Net zero emission yang telah menjadi Komitmen Pemerintah, menyediakan kebutuhan energi yang terjangkau dan berkecukupan di masa transisi ini. (danang)