BERAU-DPRD Kabupaten Berau menggelar sidak terkait, permasalahan kekosongan bahan bakar mesin atau BBM. Diduga adanya permainan dari Pertamina untuk menambahkan peningkatan anggaran ditahun 2020.

Sidak dipimpin, Ketua DPRD Berau bersama Anggota Komisi II DPRD Berau,
Indriani Bagian Bidang Ekonomi Pemerintah Daerah Berau dan lainnya, Rabu (20/11/2019).
Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan, pihaknya meminta kepada Pertamina untuk lebih serius didalam mengkaji dan mengevaluasi mencari solusi yang terbaik. Ddan jangan sampai terkesan SPBU dan Penegak hukum yang disalahkan.
"Inti dari permasalahan ini sebenarnya adalah pihak Pertamina, secara Nasional aja sudah dibuat masyarakat bergejolak. Feeling kami mungkin saja Pertamina meminta adanya penambahan jatah kuota subsidi untuk kedepannya," katanya.
"Supaya ada peningkatan 9% dianggaran tahun 2020 sehingga gejolak ini dibuatnya ditengah masyarakat di seluruh Indonesia," ungkapnya.
"Sehingga, dugaan kuat ini adalah permainan Pertamina, seperti ditanyakan tadi soal berapa subsidi yang diberikan Kabupaten Berau mereka tidak bisa menjawab, kan ini aneh," jelasnya.
"Kalau kami melihat sekarang, fasilitasnya juga tidak memenuhi, dan sudah bisa mengcover Bulungan atau Kalimantan Utara, yang seharusnya mereka fokus ke Kabupaten Berau," geramnya.
"Terkait hasil sidak tadi ke seluruh SPBU di Kabupaten Berau, SPBU mengharapkan dengan adanya gejolak kekosongan BBM," bebernya.
"Mereka meminta adanya penambahan selama 1 hari itu 10 kiloliter sehingga masyarakat bisa merasakan, otomatis antrian akan berkurang minimal 4-5 hari," ujarnya.
"Kelanjutan ini nantinya, ada Komisi II yang akan berkunjung ke Balikpapan. Untuk menanyakan langsung kepada Pertamina, harapan kami Pertamina bisa menjelaskan apa masalahnya dan berikan bagaimana solusinya," tegasnya.
Saat dimintai keterangan oleh awak media terkait permasalahan kekosongan BBM di Kabupaten Berau. Dari hasil diskusi bersama Anggota DPRD Berau, Pihak Depot mini BBM atau Jobber yang berada di JL. Poros Tanjung Batu, Kampung Samburakat, enggan berkomentar. Acap kali saat berlangsungnya diskusi DPRD Berau dibuatnya pusing, seperti ada permasalahan besar, tapi seolah-olah tidak ada masalah.
Penulis: Fadli