[Valid RSS]

Saatnya Menahkodai Kota Makassar "Angin Mamiri"

BALIKPAPAN-Kota Makassar akan memasuki babak baru Pilwali 2020-2025, beberapa kandidat telah tampil, baik dimedia massa, cetak, elektronik dan siber bahkan baliho-baliho para kandidat mulai diramaikan sepanjang sudut-sudut kota Angin Mamiri ini. 

Situasi ini, juga tidak luput dari sosok Masdar Pante. Keinginan kuat untuk melakukan perubahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Makassar,

timbul dalam hatinya, untuk maju sebagai kandidat Walikota Makassar. 

Keinginannya maju sebagai walikota Makassar dalam pilkada mendatang, menjadi salah satu pilihan masyarakat Makassar, dalam suksesi pilkada Makassar. 

Pria kelahiran Lambai, 07 September 1975 ini, bekerja disalah satu perusahaan BUMN PT. Pelindo IV Makassar Cabang Balikpapan. Menempati posisi Pilot atau Pemanduan Operasional Pelayanan Kapal di Pelabuhan Semayang, Cab. Balikpapan. 

Kelahiran Lasusua, Kolaka Utara ini, memiliki keinginan kuat untuk mengabdikan dirinya sebagai walikota Makassar. Tidak terlepas dari keihklasan dan hati mulia dimiliki sebagai anak bangsa dan putra daerah, ingin memajukan kota Makassar, terdepan dalam "adat istiadat dan budaya leluhur."

Masdar Pante menyelesaikan pendidikanya, di Politehnik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, jalan Tentara Pelajar, bergelar "Master Marine atau Kelautan." 

Ia akrab dipanggil Capt ini, mendapatkan dukungan kuat maju dalam pilwali Makassar 2020-2025, tidak hanya dari teman-teman dekatnya saja, melainkan dari masyarakat kota Makassar. 

Dirinya menyampaikan keinginannya ini, sebagai wujud dari pesan leluhur orang tua, "si pakatau, si pakalebbi, si pakainge," dalam kebenaran atau kebaikan, pesan ini terasa kuat dalam dirinya, untuk mempersatukan masyarakat kota makassar. Selama ini dinilai lagi putus mata rantainya, perlu dihubungkan kembali. 

"Ada pesan leluhur, oranga tua kita, "padecengi alemu, padeceng-ngi kalemmu, papiara'i kalengmu, neppa mupadecengi tau'we," pilosofi ini dipegang kuat, untuk melakukan perubahan, bila ia akan mendapatkan kesempatan maju dalam pilkada Makassar," tegasnya. 

"Sebagai anak bangsa, kami berharap, bila diberi kesempatan, tentunya, mengedepankan keselamatan dunia akhirat, dengan cara terbaik menjadi salah satu kandidat," ungkapnya.  

Ia menambahkan, tentunya tetap mengedepankan kensejahteraan masyarakat. Selain itu, secara otomatis akan berjalan dengan sendirinya. Dengan, memajukan budaya Makassar sebagai kota yang beradab. 

"Keinginan kami ini, akan menjadi pilihan bagai masyarakat Makassar. Sebelumnya, tidak pernah tampil dalam panggung Politik, kondisi ini menggelitik masyarakat Makassar, menelusuri jejak-jejak kami," ulasnya. 

Tentunya, Masdar Pante juga akan maju dalam pilkada ini, mengharapkan adanya perahu (partai), mengusungnya. Dukungan kuat masyarakat Makassar, terhadap dirinya, sebagai modal utama, untuk meluruskan niat, "tanpa mengejar tahta dan harta."

Kekuatan hati, untuk menolong kaum lemah, juga menjadi pendorong untuk maju sebagai kandidat walikota Makassar. "Hati kami rintih, bila melihat orang dalam kesusahan, semoga Allah SWT merestui langkah kami ini, harapanya dapat melakukan perubahan demi kesejahteraan masyarakat Makassar," tandas Masdar sang Capten.