[Valid RSS]

Kapolresta Balikpapan, Selalu Melakukan Evaluasi Perkembangan Kegiatan Penutupan Ruas Jalan

KabarIkn.Com,Balikpapan-Polresta Balikpapan selalu melakukan evaluasi bersama dengan dinas perhubungan Kota Balikpapan. Kebijakan Pemkot dalam hal Covid 19 yang berkaitan dengan lalu lintas maupun transportasi bisa dibuka tutup, diperketat, diperlonggar melihat situasi yang terjadi di Lapangan.

Sehingga evaluasi yang dilakukan berkaitan dengan Idul Fitri, dalam minggu ini pemkot ada evaluasi bagian mana yang dibuka, bagian mana yang diperketat dan sedang memahami apa yang dirasakan oleh masyarakat untuk persiapan Idul Fitri tanpa mengurangi kewaspadaan terhadap protokol kesehatan.

Jadi, pemkot akan melakukan berbagai hal diantaranya lalu lintas yang pengetatannya tetap jalan tetapi kesempatan masyarakat dalam Idul Fitri juga dapat terakomodasi,” kata Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi,S.I.K dalam acara presscon di Kantor Walikota Minggu ( 17/05/2020)

Kapolres kembali menjelasnkan bahwa polres Balikpapan selalu melakukan evaluasi mengenai perkembangan dan kegiatan penutupan ruas jalan.  Polres juga mengevaluasi pergerakan dampak yang ditimbulkan ketika dilakukannya penutupan ruas jalan dan mereka juga mengevaluasi mendengarkan saran saran dari beberapa masyarakat.

Dari 8 lokasi penutupan ruas jalan itu menimbulkan dampak kemacetan  di beberapa ruas jalan lainnya. Tentunya dalam hal ini Polres Balikpapan mengevaluasi harus kembali kepada masyarakat lagi, ruas jalan tersebut ditutup karena untuk mengurangi aktivitas masyarakat berlalu lintas di lapangan dan ketika terjadi penumpukan berarti kesadaran masyarakat untuk stay dirumah atau mengurangi aktivitas yang belum tentu penting itu kurang.,”jelasnya

Dalam waktu seperti itu bagi masyarakat yang tidak benar benar harus keluar diharapkan tidak keluar pada jam penutupan arus jalan tersebut dan beri kesempatan jam tersebut kepada masyarakat yang memang harus bekerja.

Rizal menambahkan jika ada kemacetan jangan menyalahkan penutupan ruas jalan tersebut tetapi memang harus ada kesadaran dari masyarakatnya sendiri,” tutupnaya (beny)