
KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, memaparkan sejumlah langkah mitigasi yang telah disiapkan pihaknya untuk menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi mulai pertengahan tahun 2026.
Yudhi menjelaskan, salah satu langkah utama adalah menyiapkan sumber air baku alternatif. Hal ini dilakukan menyusul rencana pengurangan pengambilan air dari Waduk Tritip dan Waduk Manggar hingga sekitar 25 persen mulai Juni mendatang.
“Kami mengantisipasi penurunan debit dengan mencari sumber air baku lain. Berdasarkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, kami bisa memanfaatkan beberapa bendali di Balikpapan. Namun pengolahannya harus menggunakan IPA mobile atau IPA mini,” ujar Yudhi, Rabu (06/05/2026).
Menurutnya, air yang diolah melalui IPA mini nantinya akan didistribusikan menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan pasokan. Untuk mendukung hal tersebut, PTMB telah menyiapkan armada tangki lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami siapkan hingga 30 unit mobil tangki, meningkat dari sebelumnya sekitar 10 unit,” jelasnya.
Selain itu, PTMB juga mengidentifikasi sejumlah kantong air di Kota Balikpapan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tambahan guna menutup kekurangan pasokan dari Waduk Manggar dan Tritip.
Yudhi mengungkapkan, berdasarkan prakiraan cuaca, periode El Nino diperkirakan berlangsung dari Juni hingga Oktober 2026. Curah hujan diprediksi menurun hingga 40 persen, yang berdampak pada penurunan inflow air permukaan hingga 50 persen.
“Dengan kondisi itu, produksi air bersih hanya bisa mencapai sekitar 75 persen. Artinya, pasti akan ada potensi kekurangan, tapi kami sudah siapkan langkah mitigasinya,” katanya.

PTMB juga telah memetakan wilayah yang berpotensi terdampak paling besar, terutama di kawasan utara dan barat Balikpapan. Distribusi air melalui mobil tangki akan difokuskan ke wilayah tersebut, termasuk penyediaan tandon atau drum penampungan bagi masyarakat.
“Wilayah utara dan barat menjadi prioritas karena memang cenderung lebih rawan kekurangan air saat debit menurun,” ungkap Yudhi.
Di sisi lain, PTMB terus melakukan perbaikan jaringan pipa secara masif guna memastikan distribusi air tetap stabil saat produksi menurun.
“Kami lakukan perbaikan di berbagai titik, seperti kawasan Green City, Kilometer 12, dan beberapa wilayah lainnya. Harapannya saat debit turun, tidak ada kebocoran sehingga distribusi bisa tetap stabil 24 jam,” tegasnya.
Yudhi juga mengakui adanya potensi peningkatan biaya operasional, terutama dari sisi bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional mobil tangki. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjaga pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung panjang hingga akhir tahun. Namun jika pun terjadi, kami sudah siapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.(bs)