
KabarIkn.com,Balikpapan – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus berupaya meningkatkan cakupan layanan air bersih bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini.
Yudhi menjelaskan bahwa hingga kini masih terdapat perbedaan parameter dalam penghitungan cakupan layanan pelanggan. “Selama ini ada dua parameter. Satu sambungan rumah (SR) dihitung untuk tiga jiwa, dan ada juga yang dihitung untuk lima jiwa. Kalau menggunakan tiga jiwa, konsumsi air per orang bisa mencapai 288 liter, dan itu tidak masuk akal. Kalau lima jiwa, justru sesuai standar kota, yaitu 150–170 liter per orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, perhitungan menggunakan lima jiwa per SR lebih relevan, mengingat PTMB juga melayani Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menggunakan standar sama. “Kalau pakai hitungan lima jiwa, cakupan layanan kita saat ini sudah mencapai 77 persen. Rasanya tidak mungkin lebih dari 50 persen warga Balikpapan tidak mendapat air,” tegasnya.

Terkait target layanan 100 persen, PTMB mengaku terus melakukan berbagai upaya. Penambahan sumur, peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan SIPA , hingga penurunan tingkat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW) dari 30 persen menjadi 26 persen, menjadi langkah konkret yang dijalankan. “Dengan tambahan kapasitas dan suplai baru, insyaallah layanan air bisa semakin lancar,” ungkap Yudhi.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan jangka pendek, melainkan juga keberlanjutan ketersediaan air di tengah pertumbuhan penduduk. “Kami sedang bersama pemerintah kota menyusun rencana jangka menengah dan jangka panjang agar ketersediaan air tetap terjaga,” ujarnya.
Selain itu, PTMB juga sedang mengkaji wacana pemberian penghargaan (reward) bagi pelanggan taat. Namun Yudhi menegaskan, kebijakan ini perlu diimbangi dengan sanksi (punishment) bagi pelanggan yang melanggar aturan. “Kalau ada reward, harus ada punishment juga. Misalnya pencabutan sambungan bagi yang nakal. Ini masih kami kaji,” pungkasnya.(bs)