[Valid RSS]

KPU KOTA BALIKPAPAN MELAKSANAKAN PENGANGKATAN SUMPAH JANJI DAN PELANTIKAN PPK (PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN)

SABTU,29/2/2020,KPU Kota Balikpapan melaksanakan kegiatan pengambilan sumpah janji dan pelantikan panitia pemilihan kecamatan (PPK) pada pemilihan walikota dan wakil walikota Balikpapan Tahun 2020.

Dalam pelantikan PPK ini diselenggarakan di Hotel Royal Suite Balikpapan yang dihadiri walikota Balikpapan yang diwakilkan Asisten 1,jajaran forkopimda,polresta ,Danlanal, Danlanud , Kejaksaan,pengadilan negeri , Danramil,kesbangpol,Ketua IWAPI ,tokoh  agama, tokoh paguyuban,tokoh wanita dan rekan rekan dari partai Politik.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha menyampaikan terkhusus kepada anggota PPK yang sudah dilantik tentu saja peserta yang sudah terpilih ini sudah tentu regulasi  serta aturan harus betul betul dikuasai.

Masih Thoha sangat diharapkan kepada petugas PPK untuk lebih menjaga Netralitas karena jika tidak terjaga netralitas ini Pilkada ini dianggap Cacat ,sangat diharapkan kepada rekan rekan media dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi kinerja dari petugas PPK , PPS dan seluruh penyelenggara Pilkada ini .

Setelah pelantikan ini akan diberikan pembekalan agar petugas PPK ini tahu akan tugas , kewajiban dan wewenangnya kemudian  etik tentunya harus bisa bersikap dalam  berbicara salah satunya seperti apa cara hidup dalam bermasyarakat , kemudian pengawasan internal jika ada melakukan pelanggaran tentu ada sangsi yang diberikan oleh KPU baik sangsi etik dan sangsi pidana,tegas Thoha."

Asisten 1 Saiful Bahri menyampaikan selamat atas keberhasilan kepada seluruh petugas PPK yang sudah dilantik , sebagaimana diketahui bersama bahwa pemilu adalah salah satu perwujudan pelaksanaan demokrasi yang pada prinsipnya diselenggarakan sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam memilih kepala daerahnya .

Salah satu tolak ukur keberhasilannya tingginya tingkat partisipasi masyarakat karena dengan semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya maka semakin tinggi tingkat legitimasi sebuah pemilu itu sendiri,ungkap Bahri."