[Valid RSS]

PT. Pertamina MOR VI Gelar Diskusi Publik

BALIKPAPAN-PT. Pertamina MOR VI Kalimantan menggelar konsultasi publik, mengenai penyusunan analisis dampak lingkungan hidup (Amdal), didampingi PT. Sucofindo (persero), di Kecamatan Balikpapan Barat, Selasa (23/09/2019).

Sebagai Konsultan penyusun (AMDAL) Sucofindo memaparkan diskripsi rencana kegiatan pembangunan sarana fasilitas dermaga, jalur pipa, dan tangki timbun oleh PT. Pertamina MOR VI.

Acara ini dihadiri Stackholder, diantaranya Camat Balikpapan Barat, Lurah Se-Balikpapan Barat, Camat Balikpapan Tengah, Polsek Balikpapan Barat, Polsek Balikpapan Utara, Danramil Balikpapan Barat, Perkumpulan Nelayan, LSM, HNSI, Perkumpulan Pengusaha Tambak, Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, dan Elemen Masyarakat lainnya.

Kepala HSSE PT. Pertamina MOR VI Balikpapan, Zendri Prasetyanto mengatakan, Kegiatan konsultasi publik ini dimana akan melakukan pembangunan terminal TBBM Tanjung Batu, dan konsultasi ini merupakan serangkaian proses study lingkungan AMDAL.

"Banyak sekali masukan, tanggapan dan saran yang kami terima dari audiance dan kami terima masukan itu, terkait dampak proses pembangunan, serta tahapan keamanan saat pembangunan terminal TBBM," ungkapnya.

Terkait pelayanan laporan Masyarakat kepada PT.Pertamina, seperti ada bau dari pembungan produksi yang merasa bingung meloparkannya,

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan internal, bagaimana laporan yang masuk, supaya satu pintu dengan yang lainnya.

"Termasuk untuk ketenagakerjaan, nanti akan bekerjasama atau berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan, namun wilayah yang tinggal disekitar ring 1, yang akan diutamakan," jelasnya.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, melalui Kepala Bidang Lingkungan dan Perlindungan Sumber Daya Alam, Elyzabeth E.R.L.Toruan menuturkan, pihaknya hanya mengetahui kegiatan,  masalah perizinan lingkungan itu wewenang dikementerian lingkungan hidup, karena berkaitan dengan minyak dan gas.

"Kalau yang diawal tadi sudah kami sampaikan, jika memungkinkan mengenai BUKS tadi apakah dimungkinkan punya petrosea bisa digunakan atau dikerjasamakan, sehingga tidak ada BUKS yang baru lagi dibuat. Supaya tidak ada pelabuhan-pelabuhan baru untuk pengelolan terpadu," urainya.

Sementara Camat Balikpapan Barat, M.Arief Fadhilah juga menyampaikan, seperti yang disampaikan Masyarakat, pihak kecamatan mendukung, dan pastinya juga melihat sisi keamanan, baik masyarakat yang di darat maupun masyarakat yang ada didaerah pesisir.

"Memang harus ada posko terpadu, khusunya diwilayah Ring 1," harapannya. 

"Kedepan semoga semuanya berdampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat, kalau bisa yang diutamakan bekerja yang berada di daerah yang berdekatan, seperti masukan, tanggapan dan saran dari masyarakat," tandasnya. 

Penulis: Fadil