
KabarIkn.com,NUNUKAN- Musim pandemi Covid-19, anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0911/Nunukan, berhasil membuat terobosan dengan menciptakan karyanya berupa bel sensor atau alat pengingat protokol kesehatan covid-19.
Alat itu ciptakan oleh Serka Sukardi Babinsa Koramil 0911-01/Nunukan, yang memulai kariernya militer sebagai anggota TNI sejak tahun 1994 dan tugas pertamanya di Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam (dulu Yonif 613/Rja).
Menjadi seorang tentara adalah cita-citanya sejak kecil, lantaran, ayahnya (alm) seorang mantan anggota Veteran di Madura, Jawa Timur. Serka Sukardi sudah sembilan tahun menjabat sebagai Babinsa di Kelurahan Nunukan Barat. Kepada Kami, pria yang suka humor menceritakan pada bulan April lalu, dia menemukan sebuah inovasi atau terobosan yakni alat pengingat protokol kesehatan covid-19, yang diberi nama alat 'bel sensor ingat 3M covid-19'.
"Waktu lagi maraknya covid-19 di Nunukan, banyak warga di desa binaanya yang masih sering tidak displin protokol kesehatan covid-19," katanya kepada Redaksi Majalah Mulawarman. Menurut dia, bel ini dapat digunakan sebagai pengingat masyarakat yang melaksanakan aktivitasnya di luar rumah.
"Mungkin saking banyaknya aktivitas jadi masih ada warga sering lupa. Bel sensor ini, bisa jadi pengingat untuk selalu gunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, begitulah bunyi dari bel sensor," ujar Bapak tiga anak ini.
Menurutnya, bel sensor ingat 3 M ini, menjadi salah satu pengingat secara intens. Sebab, bel ini bisa diletakkan di pintu utama rumah warga dan akan berbunyi saat sensor mengenai tubuh yang bersangkutan.
"Saya berharap saat ada bel ini, tidak ada lagi alasan warga, baik itu ketinggalan maupun lupa untuk menggunakan masker," tutur Sukardi. Dia menjelaskan, proses membuat bel sensor ingat 3M ini butuh waktu sampai tiga bulan, lantaran terkendala barang yang dipesan secara online.
Adapun alat yang dibutuhkan seperti alat sensor, alat rekam, ampli/power audio kid, speaker, box casing, kabel, TR/trinput, case hp/ kabel uses. "Ada 8 alat yang kami butuhkan untuk membuat bel ini. Kalau anggaran, ya tidak terlalu besar juga, masih terjangkaulah" ungkap Sukardi.
Bahkan, butuh beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bel sensor ingat 3M covid-19 ini bisa digunakan langsung pakai listrik, baterai, dan cas.
"Sengaja kita buat pilihan ini, untuk antisipasi wilayah yang belum terjangkau listrik. Beterai bisa dua sampai tiga, ukuran1,5 volt" jelasnya.
Dalam proses menyelesaikan bel ini, dia libatkan 3 pihak yakni Lurah Nunukan Barat, Bhabinkamtibmas dan rekan service elektronik yang ada wilayah kerjanya. Tidak hanya itu, bel sensor ingat 3M Covid-19 juga berkat bimbingan dari Dandim 0911/Nunukan dan Danramil 0911-01/Nunukan.
Bel sensor ingat 3M covid-19 ini sudah di sosialisasikan di beberapa Kelurahan termasuk petani rumput laut. "Respon warga sangat bagus karena bagi mereka, belum ada selama pandemi ini temuan untuk pengingat sepeti itu," tambah Sukardi.
Sementara itu, bel sensor ingat 3M Covid-19 ini belum dapat diterapkan seratus persen, lantaran alat untuk merakit masih terbatas. "Saat ini diproduksi sepuluh bel, itupun pesanan Dandim 0911/Nunukan. Kalau untuk pemasaran belum bisa karena belum ada hak paten. Takut disalahgunakan," terang Sukardi.
Diketahui, bel sensor ingat 3M covid-19 ini masih menunggu hak patennya dan menunggu arahan dari Dandim 0911/Nunukan dan Danramil 0911-01/Nunukan. "Rencana kalau sudah punya hak paten akan didistribusikan ke instansi pemerintah di Kabupaten Nunukan, termasuk masyarakat. Mudahan semakin banyak pesanan harganya pun bisa dijangkau," tutup Sukardi.*)