
Photo : Ketua Komisi III Edwin Santoso yang memimpin rapat dengar pendapat bersama MAN IC. Turut dihadiri oleh beberapa anggota komisi III lainnya seperti Budi Santoso dan Basri serta didampingi oleh Sekwan DPRD Paser.
KabarIkn.com,Tana Paser - Komisi III DPRD Paser bersama dengan Sekolah MAN IC, dan Perumda Tirta Kandilo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di gedung pertemuan Bappekat DPRD Paser
Selain mendengarkan keluhan yang disampaikan dari sekolah MAN IC masalah distribusi air yang tidak maksimal juga menyampaikan beberapa solusi agar pihak perusahaan dapat memberikan bantuan berupa CSR untuk alternatif kebutuhan air di sekolah tersebut.
Pimpinan Rapat Edwin Santoso mengatakan bahwa rapat pada hari ini membahas tentang kendala mendapatkan air bersih pada sekolah MAN IC yang terjadi beberapa tahun ini.
“Sebenarnya di tahun tahun sebelumnya belum menjadi masalah, tapi di tahun ini menjadi masalah karena penghuni MAN IC yang mondok disana saat ini sudah mencapai 500 jiwa murid, sehingga kebutuhan airnya juga semakin meningkat sementara suplai air dari PDAM tidak maksimal,” kata Ketua Komisi III Edwin Santoso pada media.
Pada kesempatan itu juga rapat dihadiri oleh dari beberapa elemen selain dari Perumda Tirta Kandilo turut hadir dari PT Kideco Jaya Agung dan Perguruan Tinggi Polnes Samarinda.
“Mengapa kita menghadirkan Perguruan Tinggi Polnes Samarinda dan PT Kideco Jaya Agung karena dari MAN IC sendiri mendapatkan solusi dan bantuan dari Polnes untuk mengelola pemanfaatan air bersih yang ada di Danau dekat sekolah MAN IC tersebut,”
Dengan melibatkan Perguruan Tinggi Polnes untuk mengelola dan mengupayakan agar merubah kualitas air tersebut untuk digunakan sebagai air bersih di MAN IC yang dapat digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK).
Kemudian untuk pembiayaan berharapnya bisa melalui anggaran CSR Perusahaan PT Kideco Jaya Agung yang hasil nya perusahaan tersebut belum bisa menjawab hal itu karena prosuder bantuan CSR itu tidak semudah yang dibayangkan. Walaupun dari Polnes menawarkan solusi dengan biaya yang cukup murah dengan menghasilkan air bersih yang bisa digunakan untuk kebutuhan siswa MAN IC.
“Mereka dari Polnes menawarkan solusi dengan anggaran yang tidak terlalu besar tapi air baku yang di danau itu bisa digunakan untuk siswa yang mondok di MAN IC,” terangnya.
Kemudian dari MAN IC keluhkan mengenai pembayaran tagihan yang besar sementara distribusi airnya tidak maksimal karena terkadang suplai airnya mati, mengenai ini tadi sudah dijawab oleh PDAM Tirta Kandilo bahwa salah satu penyebabnya adalah terjadi kebocoran pipa air.
“Menurut dari Direktur PDAM Tirta Kandilo terutama tentang tagihan bahwa walaupun tidak ada air angin pun bisa memutar kilometer air dan itu bisa menjadi tagihan dengan kejadian ia sangat berharap harusnya pelanggan mendapatkan pelayanan yang maksimal dan Alhamdulillah siang ini mereka akan turun kelapangan untuk mengecek permasalahan apa yang terjadi sebenarnya dari PDAM,”
“Ia berharap usulan MAN IC tetap diteruskan aspirasinya dan DPRD Paser khususnya Komisi III akan tetap mendorong untuk solusi yang terbaik untuk pelayanan pendidikan di Kabupaten Paser,” tambahnya. (AR/ADV)