
KabarIkn.com,Balikpapan - Terkait lambatnya pengerjaan proyek pembangunan sekolah SD dan SMP Terpadu di Balikpapan Regency masih terua menjadi sorotan bagi Anggota DPRD Balikpapan terutama Parlindungan Sihotang.
Sebelumnya Komisi IV juga telah melaksanakan sidak untuk melihat progress pembangunan sekolah tersebut, tetapi ditemukan apa yang disampaikan kontraktor tidak sesuai dengan data dan yang ada di lapangan.
"Tentu kami merasa kecewa, komisi IV bertanggung jawab atas tercapainya perkerjaan ini supaya di tahun depan sekolah bisa difungsikan. Kalau belum tercapai ini pastinya akan menjadi masalah," ujar Parlindungan.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan bisa dapat memanggil kontraktor dan membuat surat peringatan. Bagaimana pun ini adalah dana APBD, bukan dana dari investor yang masuk sana. Itu perlu di pertanggung jawabkan.
Diketahui Penagihan DP 15% , mereka sudah ajukan DP 37%. Sementara progress yang dikerjakan itu di bawah 40%.
" Progres pembangunan ini harus segera dipercepat. Pekerja ini juga mengeluh mengatakan tidak dibayar gajinya ini kan sangat memprihatinkan, karena mereka berpengaruh besar terhadap pekerjaan. Efek nya ke sekolah yang tidak selesai-selesai,"imbuhnya.
Ia meminta kontraktor jangan menunggu bulan September, jadi bulan ini harus dipanggil lagi untuk check list yang belum dikerjakan apa saja, jangan ada pembiaran seperti ini lagi. (tri/adv)