
Foto. : Bupati Paser dr. Fahmi Fadli Saat Menanggapi Aspirasi Warga Desa. (Dok. AFA/ KABARIKN.COM )
KABARIKN.COM, Paser- Pemkab Paser bergerak cepat dalam mengatasi masalah aksesibilitas di wilayah pelosok. Usai meresmikan Jembatan Sei Kasungai, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli membeberkan rencana strategis penuntasan jalan poros ekstrem yang menghubungkan jalan besar hingga ke Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung. Senin, (22/06/2026).
Saat ini, jalan poros utama menuju Desa Rantau Buta masih menyisakan 3,7 kilometer yang belum dilakukan pengerasan (rigit beton). Bupati Fahmi mengonfirmasi bahwa penanganan jalan ini akan dilakukan secara bertahap,
"Pada tahun 2026, kami akan kerjakan sepanjang 700 meter terlebih dahulu. Selanjutnya akan diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang melalui proyek tahun jamak (multi-years)," Ucap Bupati Paser.
Menanggapi aspirasi warga terkait jalur sepanjang 22 kilometer yang memisahkan Rantau Buta dan Rantau Layung, Bupati berjanji akan menindaklanjuti permintaan pembangunan 2 jembatan tambahan.
Guna mempercepat realisasi tersebut, Pemkab Paser juga membuka ruang kolaborasi bagi pihak swasta, termasuk PT Kideco Jaya Agung, untuk ikut berkontribusi membangun fasilitas publik di wilayah tersebut. (AFA/ADV)