[Valid RSS]

Waspada cuaca ekstrem, BPBD Paser Beri Himbauan

Foto : Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Paser, Dodi Alishardi

Kabarikn.com,Tana Paser - Menindaklanjuti himbauan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) tentang cuata Ekstrim yang belum dipastikan kapan berakhir, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Paser melakukan himbauan dan rencanakan sosialisasi ke Kecamatan yang berpotensi terdampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Paser melalui seksi Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Paser, Dodi Alishardi menjelaskan langkah - langkah yang telah dilakukan BPBD Paser untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem ini.

"Apa yang kami dapat dari BMKG langsung kami share ke Kecamatan yang berpotensi terdampak seperti Tanjung Aru, Long Kali, pasir Belengkong," katanya saat diwawancarai media, Selasa (11/10/2022).

Berdasarkan himbauan BMKG, cuaca ekstrem yang perlu di waspadai yaitu hujan lebat, Angin Kencang, dan petir. Cuaca tidak menentu seperti ini sangat berdampak pada aktifitas masyarakat.

"Kalau Kabupaten Paser perlu diwaspadai angin kencang, Kalo tahun ini, angin kencang terakhir terjadi di lolo yang sampai atap terjatuh, kalo tidak salah di Tanah Periuk juga. Tetapi untungnya tidak ada korban jiwa apalagi kejadian berlangsung disiang hari," tuturnya.

Mengenai tindaklanjut dari himbauan yang telah diberikan ke Kecamatan, Dodi menjelaskan pihaknya belum mendapatkan kabar. Berkaca dari tahun sebelumnya, himbauan yang telah disampaikan oleh BPBD akan para Camat Sampai kepada Setiap Ketua RT di Daerahnya.

"Biasanya setelah disampaikan oleh BPBD, dia (camat) langsung sosialisasikan ke para RT bahwa jangan melaut dulu karena info dari BPBD angin kencang," ungkapnya.

Selain himbauan, Dodi menuturkan pihaknya dari seksi bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan akan melakukan perjalanan dalam daerah ke beberapa kecamatan rawan bencana seperti long kali, pasir Belengkong dan daerah yang mudah diakses yang akan diberikan sosialisasi dan komunikasi ke camat-camat nya untuk memasang spanduk peringatan cuaca ekstrem.

"Memang itu sudah rutin kami laksanakan, perjalanan dalam daerah, himbauan, sosialisasi di daerah rawan bencana yang dapat kami jangkau kayak misalnya long kali, long ikis, Pasir Belengkong sesuai dengan keadaannya." terangnya. 

"Terkait masalah waktu belum ada kepastian kapan akan berakhir, cuma kata BMKG disekitar bulan Oktober dan November merupakan puncak cuaca ekstrem jadi perlu diwaspadai," tambahnya. (ar/adv)