[Valid RSS]

Bakar ban, Mahasiswa dan Aliansi Masyarakat Demo tolak harga BBM Naik

Photo : Ketua Umum IMM Sahrul dan Ketua Korps HMI Wati Misli menyerahkan 8 Tuntutan Aksi

Kabarikn.com,Tana Paser - Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan Aliansi masyarakat menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Kantor DPRD Paser, Selasa (6/9/2022).

Tuntutan utama pada demonstrasi ini adalah menuntut DPRD Paser agar mendorong Pemerintah Daerah memberikan solusi kepada masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM.

Apalagi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum pulih maksimal akibat pandemi, para demonstran menuntut agar DPRD Paser lebih peka terhadap penderitaan rakyat kecil.

"Harga BBM berdampak kepada masyarakat kecil, saat ini saja barang-barang sudah mahal karena inflasi, kenaikan harga BBM menyengsarakan masyarakat kecil," tutur Koordinator Lapangan Ahmad Rano dalam orasinya.

Menurutnya, saat ini pendapatan masyarakat khususnya kabupaten Paser masih tergolong rendah, Rano yang saat ini aktif sebagai koordinator divisi advokasi dan litbang di lembaga kajian advokasi perlindungan perempuan dan anak (LKAP2A) menuntut agar DPRD Paser mendorong semua pihak untuk mengawasi distribusi BBM agar tidak tebang pilih dalam penegakan hukum.

Dalam kondisi ini, para demonstran berharap DPRD Paser dapat memilih mana permasalahan yang perlu menjadi proritaskan untuk diselesaikan.

"DPRD Paser harus sadar dan bisa memprioritaskan mana yang perlu dan mendesak. di bangun karena sesungguh pembangunan Siring belum dikatakan urgent apalagi dengan anggaran yang cukup besar harusnya bisa dimanfaatkan untuk jalan ekonomi masyarakat desa terpencil," ujar salah satu demonstran, Ahmad Rais.

Disisi lain, Sahrul ketua IMM menyoroti rencana pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM menjadi BLT (Bantuan Langsung Tunai), menurut nya pembagian BLT harus di awasi dengan baik agar tepat sasaran.

"Kita semua sebagai rakyat disini, Harga bahan-bahan pokok dan lainnya ikut naik saat BBM naik, Apakah BLT yang direncanakan sudah diawasi dengan baik oleh pemerintah," katanya.

Demonstrasi disambut langsung oleh Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi. pihaknya sangat mengapresiasi tindakan para mahasiswa karena melaksanakan aksi dengan tertib pada hari ini. 

Penyambutan oleh ketua DPRD Paser kemudian dilanjutkan dengan penyerahan delapan tuntutan aksi oleh ketua KOHATI (Korps HMI Wati) Misliyah dan Ketua IMM Sahrul.

Demonstrasi di awali dengan orasi di depan SPBU Pertamina Jl. Jendral Sudirman, Tanah Grogot dan berlanjut di depan kantor DPRD Paser. Para demonstran juga sempat membakar ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.

Para demonstran menegaskan akan mengawasi langkah pemerintah daerah dalam menanggapi aksi pada hari ini dan menuntut akan melakukan demonstrasi yang lebih besar lagi apabila penanganan pemerintah terkait permasalahan ini dianggap tidak maksimal.(ar)