
Foto : Ketua DPC APDESI Paser Nasri
Kabarikn.com,Tana Paser - Ketua DPC Apdesi Nasri Menyatakan bahwa Banjir adalah musibah alam yang terjadi, tapi yang perlu di pelajari adalah penyebab banjir yang disebabkan oleh rusaknya ekosistem oleh adanya perusahaan tambang dan penebangan hutan oleh perusahaan.
"Banjir itu sendiri saat ini sudah menjadi langganan walaupun debitnya berbeda,"kata Nasri pada Kabarikn, Jum'at (8/10/2021)
Kejadian banjir ini Perlu ada upaya pemerintah daerah agar tidak terjadi banjir , dengan melakukan penanaman pohon dan penghijauan walaupun kita sadar saat ini perizinan pertambangan berlangsung di pusat.
"Sehingga imbasnya daerah, pusat tidak mengerti kondisi daerah seperti apa jadinya," bebernya
Kehadiran DPC Apdesi di lokasi banjir adalah melakukan monitoring dan mengkaji penyebab banjir yang melanda pemukiman yang terdampak di desa desa.
"Banyaknya rumah warga terdampak banjir karena memang datang nya air secara tiba tiba sehingga warga sudah tidak bisa menyelamatkan harta bendanya," ungkapnya.
Kemudian lanjut dia mengajak pemerintah daerah, provinsi dan pusat untuk mengevaluasi pasca banjir karena persoalan saat banjir adalah soal logistik itu penting jadi perhatian bersama karena pasca itu banyak kerusakan yang terdampak yang dirugikan masyarakat.
Kita yakin semua elemen baik itu pemerintah daerah, relawan, aktivis, swasta ikut memikirkan langkah pasca banjir yang terjadi saat ini.seperti bantuan yang berdatangan perhari ini adalah langkah perhatian kita bersama.
Nasri mengajak untuk mengevaluasi tidak hanya pada saat banjir saja tapi perlu juga mengevaluasi langkah setelah banjir karena masyarakat perlu bantuan secara moril agar ekonomi masyarakat kita perlu bantuan pasca banjir ini.
"Karena setelah banjir sudah surut masyarakat pasti banyak merugi baik harta benda yang hidup seperti ternak maupun yang sifanya harta benda lainnya, kita juga apresiasi langkah pemerintah daerah yang respon cepat terkait soal banjir ini," tutup Ketua DPC Apdesi Paseraser.(ar)