
Foto : Aksi HMI Cabang Paser Komisariat STIT Ibnu Rusyd dan Komisariat Polnes Paser, di Depan kantor DPRD Paser
Kabarikn.com,Tana Paser - Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Paser Komisariat STIT Ibnu Rusyd dan Komisariat Polnes dalam aksi demontrasi yang di laksanakan depan DPRD berujung kecewa, karena anggota DPRD Paser sedang melaksanakan kunjungan kerja diluar daerah.
Hal ini disampaikan oleh Kasubag Persidangan DPRD Paser yang menjelaskan pada peserta aksi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam bahwasanya saat ini DPRD sedang melakukan kunjungan kerja keluar daerah dan terkait 5 poin tuntutan mahasiswa akan di tindak lanjuti 2 minggu ke depan.
Adapun 5 tuntutan yang disuarakan, yaitu Audit dan Evaluasi Seluruh aktivitas tambang di wilayah hulu sungai Kandilo, Pulihkan Sungai Kandilo dan membuka ruang terbuka hijau. Jika diketahui ada perusahaan yang masih bermasalah terkait Reklamasinya, hentikan atau di cabut IUP nya. Pidanakan pelaku perusakan hutan baik itu perusahaan tambang atau perusahaan sawit, dan pengelolaan selama reklamasi harus di buka secara transparan.
Tuntutan itu didasari oleh adanya banjir yang terjadi di Kabupaten Paser yang melanda beberapa kecamatan yang diantaranta kecamatan Muara Komam, Kecamatan Long Ikis dan Kecamatan Long Kali.
Dalam orasinya Ketua Komisariat STIT Ibnu Rusyd Ahmad Rais mengatakan bahwa persoalan banjir dalam tiga tahun terakhir ini tidak ada upaya penanganan yang signifikan dari pemerintah daerah.
"Sehingga justru menjadikan Kabupaten Paser saat ini menjadi banjir tahunan, sehingga masyarakat dirugikan secara ekonomi yang mengakibatkan lumpuhnya ekonomi desa yang ada di pelosok," ungkapnya pada media, Kamis (7/10/2021).
Salah satu orator dari polnes Paser Fajar mengungkapkan bahwa aspirasi mahasiswa yang dibawa adalah penyambung lidah masyarakat kita saat ini.
"Kita berharap banjir yang melanda kabupaten Paser tidak menjadi persoalan tahunan dan kita juga berharap pasokan logistik yang terdampak banjir khususnya daerah pelosok dalam itu cepat disalurkan oleh Pemerintah Daerah,"tutupnya.(ar)