
Bupati AGM didampingi Istri membagikan Masker
Kabarikn.com,PENAJAM- Terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Pengendalian Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memang masih menjadi perbincangan hangat di lingkungan masyarakat.
Namun tidak sedikit masyarakat Benuo Taka memberikan apresiasi kepada bupati PPU atas diterbitkannya perbup tersebut di tengah pandemi Covid 19 saat ini. Sejumlah warga PPU ketika ditemui mengungkapkan sangat mendukung bahkan berharap perbup yang akan memberikan sanksi denda Rp 1 Juta bagi pelanggar protokol kesehatan ini bisa segera dilaksanakan di Kabupaten PPU.
“ Saya pribadi sangat mendukung berlakunya perbup tersebut. Karena memang masyarakat kita juga sulit diatur agar selalu bisa mematuhi protokol kesehatan, jika tanpa sanksi tegas. Pakai masker saja malas, padahal itu juga untuk dirinya sendiri, “ kata H. Laupe yang merupakan warga Kecamatan Waru Kabupaten PPU ini.
Bapak tiga anak ini menambahkan, sejak adanya informasi bahwa Pemkab PPU akan memberi sanksi Rp 50 ribu bagi mereka yang tidak mengenakan masker dirinya sudah sangat mendukung. Tapi nyatanya memang sanksi tersebut terlihat kurang berat sehingga cenderung masih tetap banyak yang melanggar atau tidak mengenakan masker ketika keluar rumah.
Dengan adanya sanksi baru berupa denda Rp 1 Juta dirinya berharap penerapan protokol kesehatan akan semakin baik yang pada akhirnya mampu menekan angka penyebaran virus corona di Kabupaten PPU yang semakin mengkuatirkan ini.
“ Kami berharap Perbup ini kalau bisa secepatnya dapat dilaksanakan sehingga apa yang menjadi kebijakan pemkab tersebut dapat dibuktikan langsung oleh masyarakat, “ tambahnya.
Terpisah, Dody salah satu warga Kelurahan Petunng Kecamatan Penajam ini mengungkapkan bahwa dirinya juga sangat mendukung kebijakan Pemkab PPU tentang penerapan perbup untuk protokol kesehatan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa perkembangan Covid 19 saat ini tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir sehingga keadaannya sangat mengkuatirkan sekali. Tetapi faktanya masih banyak orang mengabaikan tentang pentingnya protokol kesehatan. Salah satunya dengan tidak menggunakan masker ketika keluar rumah.
“ Itu coba sampean perhatikan di jalan, dalam beberapa saat saja sudah berapa kali kita melihat orang melintas dengan tidak menggunakan masker, “ terang Dody sambil menunjuk kearah jalan untuk meyakinkan.
Dia menambahkan dengan terbitnya Perbup Nomor 38 tersebut diharapkan mampu menekan angka penyebaran Covid 19 di Kabupaten PPU tercinta.
“ Memang jumlah 1 juta itu tidaklah sedikit. Apalagi bagi mereka yang kurang mampu. Namun jika memang hanya melalui cara ini masyarakat baru bisa patuh terhadap protokol kesehatan ya apa mau dikata. Kami sangat mendukung, “ungkapnya. (hms6/*)