KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) usai perayaan Idulfitri 1446 Hijriah.
Meski sempat terjadi kenaikan harga menjelang lebaran, Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan kondisi pasokan tetap aman dan harga mulai kembali stabil.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, kenaikan harga jelang hari besar keagamaan adalah hal lumrah, terutama pada komoditas seperti cabai rawit, daging, dan bumbu dapur.
Namun begitu, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap stabilitas pasokan agar harga tidak naik secara berlebihan.
"Kalau ketersediaan pasokannya cukup. Di Balikpapan ini yang penting barang tersedia, masyarakat tetap beli walaupun harganya naik. Itu yang menjadi perhatian kami," ucap Haemusri, Sabtu (12/4/2025).
Ia menambahkan bahwa setelah lebaran, sebagian besar harga bapokting sudah kembali normal, meskipun belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Harga beras, misalnya, terpantau stabil selama periode Ramadan hingga usai Idulfitri.
Menurutnya, Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan lokasi berbagai proyek strategis nasional seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, memegang peran vital dalam sistem distribusi logistik nasional.
Hal ini membuat kebutuhan akan bahan pokok di Balikpapan relatif tinggi, sehingga pengendalian pasokan dan harga harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, Pemkot terus mendorong Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Manuntung Sukses untuk aktif bekerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Tujuannya, memastikan rantai pasok tidak terganggu dan harga tetap terkendali.
"Perumda punya dua fungsi, yaitu fungsi bisnis dan fungsi sosial. Pemerintah mendorong mereka agar dapat bekerja sama dengan daerah penghasil untuk menjamin ketersediaan pangan," jelasnya.
Selain itu, keberadaan Toko Penyeimbang juga menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga harga di tingkat pasar. Toko ini hadir di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Kelandasan, menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
"Toko penyeimbang berfungsi sebagai pembanding harga. Pedagang jadi tidak bisa seenaknya menaikkan harga karena masyarakat punya pilihan lain," terangnya.
Ke depan, Haemusri berharap kerja sama lintas daerah dan penguatan fungsi distribusi pangan di Balikpapan bisa terus ditingkatkan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying saat menjelang hari besar keagamaan.
"Kalau semua pihak bekerja sama, maka ketahanan pangan di Balikpapan bisa terjaga dengan baik," pungkasnya.(t/adv)