[Valid RSS]

Hadir Di BSCC Dome , Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Dr.Abdul Kadir Tinjau Langsung pelaksanaan Vaksinasi

KabarIkn.com,Balikpapan - Kamis (24/03/2022) , Dinas Keseharan Kota Balikpapan menyambut kedatangan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Bapak Prof. Dr. Abdul Kadir, Ph.D.Sp. THT-KL(K) MARS.

Dalam kesempatan tersebut ia hadir untuk melihat secara langsung pelaksanaan Vaksinasi Covid - 19 yang diselenggarakan di BSCC Dome Kota Balikpapan.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Prof. Dr. Abdul Kadir, Ph.D.Sp. THT-KL(K) MARS menyampaikan bahwa dengan adanya progres vaksinasi yang sangat kencang ini diharap Pemerintah dapat melakukan pelonggaran , termasuk jika ada masyarakat yang ingin melakukan mudik tetapi dengan syarat harus sudah melakukan vaksinasi Booster yang ke 3.

" Nanti akan ada surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan mengenai transportasi," Ujarnya kepada awak media.

Ia berharap meskipun akan ada kelonggaran dalam hal PPKM masyarakat diharap untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan seperti tetap memakai masker , menjaga jarak , mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Prof.Dr. Abdul Kadir menambahkan harapan mereka yang pertama adalah penegakan disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi. Karena dari data yang mereka dapatkan ternyata seseorang yang meninggal karena covid itu ada 3 kriteria yaitu Lansia , mereka yang mempunyai komorbid dan mereka yang belum melaksanakan vaksinasi.

Selain itu , Hari ini Pemkot Balikpapan melalui Dinas Kesehatan menerima 7.500 dosis vaksin Sinopharm dari pusat yang sudah bisa dilakukan secara gratis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan,Dr. Andi Sri Juliarty menyampaikan bahwa dalam setahun ini hanya diberikan kepada peserta vaksinasi gotong royong khususnya masyarakat umum.

" Pemerintah menggratiskan vaksin Sinopharm karena ada pekerja yang sudah menerima dosis pertama Sinopharm dari perusahaan sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut , sehungga mereka akhirnya kesulitan mendapat dosis kedua maka dari itu akhirnya Pemerintah membuat kebijakan ini,"katanya. (tri)