[Valid RSS]

Muhaimin Mengikuti Monitoring Evaluasi untuk Level PPKM Balikpapan Yang Tetap di Level 3 atau Bisa Turun Ke Level 2

Foto : Pj Sekda Kota Balikpapan Muhaimin bersama Kadinkes Dr. Andi Sri Juliarti , Kapolresta Balikpapan Kombespol Thirdy Hadmiarso dan Dandim 0905 Kolonel Inf. Faisal Rizal saat mengikuti monitoring

Kabarikn.com,Balikpapan- Pemerintah Kota Balikpapan mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan oleh Satgas COVID-19 Luar Jawa-Bali, Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto dan Panglima TNI Jendral TNI Andika Perkasa secara virtual, Sabtu (25/2/2022) di VIP Room Balaikota Balikpapan.

Dari Satgas COVID-19 Balikpapan, hadir Pj Sekda Kota Balikpapan mewakili Wali Kota Rahmad Mas'ud, Muhaimin; Kepala Dinas Kesehatan, Andi Sri Juliarty; Kapolresta, Kombespol Thirdy Hadmiarso; Dandim 0905 Kolonel Inf Faisal Rizal, Asisten Tata Pemerintahan Setdakot, Syaiful Bahri, dan Plt Dinas Komunikasi dan Informatika, Muhammad Farid Rizal.

Pj Sekda Kota Balikpapan, Muhaimin mengungkapkan, untuk level PPKM luar Jawa dan Bali, khususnya Balikpapan mengacu pada Inmendagri. Kota Balikpapan sebelumnya melaksanakan PPKM level 3.

"Kami sudah mengikuti monitoring dan evaluasi bersama Pak Menko dan menunggu Inmendagri untuk level PPKM, apa lanjut di level 3 atau bisa turun ke level 2," ungkapnya.

Jika mengevaluasi pelaksanaan PPKM dan melihat kondisi pandemik di Balikpapan, memungkinkan Balikpapan, masih berada di level 3. Kendati ada pula penilaian dari pusat terkait mobilitas dan penggunaan masker.

"Kalau indikator kesehatan kita kemungkinan level 3. Namun selain itu ada indikator lain yang ditambahkan oleh Mendagri. Seperti mobilitas orang dan pemakaian masker," ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan, Andi Sri Juliarty.

Selain itu tentunya capaian vaksin juga jadi pertimbangan penilaian. Untuk diketahui, Kota Balikpapan mengalami kenaikan kasus harian, tertinggi pada 23 Februari lalu, yakni 980 kasus. Kemudian 24, 25, dan 26 Februari turun menjadi 700an kasus baru.

"Yang perlu kita waspadai adalah kelompok lansia. Kematian yang terjadi sebagian besar pada yang belum divaksin dan komorbid," katanya.

Hingga kini vaksinasi di Kota Balikpapan masih terus berjalan. Satgas COVID-19 Balikpapan juga tengah menggencarkan vaksinasi dosis ketiga. "Untuk pelajar Alhamdulillah dosis satu dan dua cakupannya tak jauh selisihnya. Karena diharapkan tak sampai 20 persen," terangnya.(*)