
KabarIkn.com,Balikpapan –Rabu (5/1/25) Pembatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diterapkan oleh pemerintah pusat memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi di daerah, termasuk Balikpapan. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah jasa rental mobil.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Rental Daerah (ASPERDA) Kota Balikpapan, Sudirman Y, mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2024, pelaku usaha di bidang ini mulai merasakan dampak serius dari kebijakan tersebut.
"Banyak unit kendaraan yang menunggak pembayaran akibat minimnya permintaan. Bukan hanya kami yang merasakan dampaknya, tetapi juga sektor perhotelan yang kini sepi tamu," ujar Sudirman.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kegiatan di daerah, termasuk Balikpapan, masih bergantung pada dana dari APBN. Minimnya porsi kegiatan dari sektor swasta membuat ketergantungan terhadap dana pemerintah menjadi sangat tinggi. Ketika anggaran pemerintah mengalami pembatasan, sektor-sektor yang bergantung pada mobilitas dan perjalanan dinas pun ikut terpukul.
"Kami berharap pemerintah tetap bijak dalam memantau perkembangan ekonomi di daerah. Banyak pelaku usaha yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini. Jika pembatasan terus berlanjut tanpa ada solusi, bukan tidak mungkin banyak usaha rental mobil gulung tikar," tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya peran pemerintah dalam menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi di daerah. Tanpa adanya dukungan dan kebijakan yang tepat, berbagai sektor usaha, termasuk jasa transportasi dan perhotelan, akan terus merasakan dampak negatif yang semakin besar. (*)
