
Oleh, Hery Sunaryo
Ketua Forum Masyarakat Untuk Transparansi (FORMAT)
KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh PT. Pertamina Kilang Internasional Balikpapan bekerjasama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN), mendapat kritikan tajam dari ketua FORMAT Balikpapan Hery Sunaryo , menurutnya bisnis Gas jalur darat Senipah- Balikpapan milik PT Pertamina ini sangat membahayakan masyarakat kota Balikpapan.
" Pemasangan pipa gas jalur darat Senipah- Balikpapan, menimbulkan kekhawatiran, keresahan warga masyarakat Balikpapan, sehingga perlu dilakukan analisis dan penjelasan detail terkait dengan SOP pengamanan atau safety keselamatan warga masyarakat kota Balikpapan terhadap pemasangan saluran pipa Gas Senipah - Balikpapan,"ujarnya.
Hery menjelaskan, Bahwa jika pipa gas ini nantinya beroprasi dan terjadi kebocoran, sementara diatas pipa gas tersebut banyak aktivitas warga masyarakat bagaimana penanganannya, ini semua harus dijelaskan secara detai oleh PT. Pertamina dan PGN sebagai pelaksana Bisnis negara.
" Dahulu kita ingat pada thn 70 - 80 an penyaluran pipa minyak jalur darat dari Samboja ke RU V. Pada tahun 90 an sudah tidak dilakukan, karena pada tahun 70 an masih sepi aktivitas masyarakat, tapi tahun 90 an sudah mulai rame aktivitas masyarakat diwilayah tersebut sehingga pada tahun 90 an tidak lagi menggunakan jalur darat tetapi melalui jalur laut," Kata Hery dengan nada tinggi saat diwawancarai media IKN.
" Dampak negatif terhadap Lingkungan dari proses pemasangan project pipa gas Pertamina ini sangat mengkhawatirkan, ketika kedepan terjadi perbaikan pipa PDAM, kemudian ketika terjadi putusnya Kabel Optik, atau kedepan ada perbaikan jalan yang membutuhkan galian, tentu akan bersentuhan dengan pipa gas ini," tuturnya.
Hery yang juga berprofesi sebagai Advokat ini menjelaskan bahwa, project ini perlu dilakukan Sosialisasi ke warga kota Balikpapan sebelum dijalankan, ini sesuai mandat UU 32/2009 ttg Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan juga berdasarkan Undang- Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi.
" Saya yakin masyarakat pasti mendukung, hanya saja prosesnya harus benar, inikan project negara harusnya dapat menjadi contoh bagi project swasta lainnya, jangan mentang-mentang project pemerintah mengatas namakan negara tetapi tidak memikirkan keselamatan masyarakat, semua ada mekanisme aturannya, semisal terkait dengan AMDAL, ijin lingkungan dan analisis dampak negatif lainnya ini semua harus diinformasikan didalam dokumen perizinannya secara baik yang kemudian disosialisasikan kepada masyarakat, dengan harapan bisa memberikan rasa tenang dan aman bagi masyarakat kota Balikpapan," Ujar Hery.
" Kemudian proses pengawasan, pemeliharaan saat beroprasi pengerjaan proyek ini perlu juga dijelaskan, semisal apakah nanti bangunan warga yang tinggal didekat pipa gas tersebut akan direlokasi atau dibongkar atau dibiarkan beraktivitas diatas saluran pipa gas tersebut, banyak pertanyaan terkait standart pengerjaan saluran pipa gas ini secara safety yang perlu dijawab," tanya Hery
Hery juga mengingatkan Harus ada keterlibatan Pemerintah kota Balikpapan, jangan sampai pemerintah kota tidak tau proses ini,
" Karena dalam tahap proses galian pemasangan pipa gas ini banyak kekhawatiran dampak negatif terjadi semisal kekhawatiran terjadi bocornya pipa PDAM, putusnya kabel optic, kemacetan jalan, rusaknya pohon peneduh jalan, rusaknya jalan, behamburnya tanah lumpur jalan, yang membahayakan masyarakat" Tutur Hery.
" Untuk itu kami meminta agar project tersebut distop atau dihentikan terlebih dahulu, sebelum ada penjelasan secara detail terkait resiko insiden dan dampak negatif lainnya yang kemungkinan kedepan dapat terjadi akibat bisnis saluran pipa gas pertamina Senipah- Balikpapan," Tutup Hery.(*)
