
KabarIkn.com,Balikpapan - Beberapa hari lalu tepatnya Rabu (17.11.2021) , jajaran Polresta Balikpapan berhasil melaksanakan pemusnahan sabu sabi seberat 3,1 kilo gram. Pada saat itu juga Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh, S.Sos hadir dan menyaksikan pemusnahan barang haram tersebut bersama unsur muspika lainnya diantaranya Dandim 0905 Balikpapan, Danlanal Balikpapan, Danlanud Balikpapan serta Kasat Pol PP Kota Balikpapan mewakili Walo Kota Balikpapan.
Menurut Abdulloh kepada awak media Kamis (18.11.2021), salah satu upaya untuk menekan sekecil mungkin peredaran sabu sabu di kota Balikpapan tercinta ini, peran serta masyarakat menjadi pilar utama, dimana informasi dari masyarakat sangat penting karena merupakan ujung tombak aparat kelolisian. Sehingga ruang gerak para pelaku narkotika dapat di persempit. Ini penting sekali untuk membantu aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.
"Peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran narkotika di Kota Balikpapan sangta dibutuhkan. Ini sangat penting untuk membantu aparat kepolisian, "ujar Abdulloh.
Abdulloh yang selalu respon dengan berbagai persoalan yang terjadi di Balikpapan ini menambahkan. Apreasiasi kepada jajaran Polresta Balikpapan yang telah berhasil menggagalkan peredaran narkoba, serta memusnahkan barang haram ini dengan jumlah cukup besar.

Artinya, bahwa di Kota Balikpapan masih saja ada peredaran narkotika sejenis sabu. Tentunya hal ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Untuk itu dirinya berpesan agar sosialisasi terkait bahaya narkoba harus tetap di kumandangkan. Khususnya bagi generasi muda sebagai harapan bangsa.
Politisi Partai Golkar yang dikenal sangat femiliyar dengan awak media ini memaparkan. Penyuluhan ataupun sosialisasi tentang bahaya narkotika idealnya dilaksanakan di lembaga pendidikan. Mulai dari jenjang SMP, SLTA sampai jenjang perguruan tinggi. Karena usia remaja sangat rawan dengan pengaruh narkoba, salah satunya pergaulan bebas yang tidak terkontrol.
Namun Abdulloh bersyukur tingkat penyalahgunaan narkoba di tingkat remaja dapat dikatakan cukup minim. Namun demikian kita harus tetap waspada, dimana bahaya narkoba akan datang kapan saja, tidak dapat diprediksi dengan tepat. (edy)
