
KabarIkn.com,Balikpapan - Sebanyak 34 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kota balikpapan mendapatkan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Pekerja Sosial Masyarakat yang diselenggarakan oleh kementerian sosial pusat.Pembukaan kegiatan dilakukan senin 20/9 oleh Direktur PSPKKM Kementerian sosial.
Ketua IPSM Nasional DR.ir Giwo Rrubianto Wiyogo melaporkan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dilaksanakan guna penguatan kelembahgaan PSM. “Selain itu juga untuk memberikan bekal pengetahuan kepada PSM tentang dasar-dasar praktik pekerjaan sosial.
Bimtek ini seharusnya di lakukan secara berjenjang bimtek pelatihan dasar yang di lakukan oleh kabupaten kota,bimtek pelatihan lanjutan yang di lakukan oleh Provinsi dan bimtek khusus yang di lakukan oleh kementerian Sosial.’lanjutnya.
Plt kasi pemberdayaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial di Dinas Sosial Balikpapan Elvira Pinga Rossana mengatakan kepada semua PSM yang mengikuti zoom tersebut memberi semangat.

“Ikuti kegiatan bimtek Zoom ini dengan sebaik-baiknya sampai selesai untuk menyamakan persepsi demi meningkatkan dan mengatasi permasalah kesejahteraan sosial masyarakat di kota Balikpapan, terlebih di masa pandemi. Terima kasih atas kontribusi dan lanjutkan pengabdian bapak ibu semua dalam mengabdi dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Kota kota balikpapan. Yakinlah apa yang bapak ibu lakukan selaku PSM adalah bagian dari ibadah.”ucapnya.
Ujang ali Rahmat selaku Ketua IPSM Kota Balikpapan menambahkan untuk meningkatakan kemampuan tenaga PSM yang menangani berbagai permasalahan sosial dan meningkatkan jejaring kerja antara PSM dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta memberikan motivasi PSM dalam membantu pemerintah terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota balikpapan ini.
Materi cukup padat di mulai dari senin sampai sabtu,alhamdulillah teman teman masi semangat untuk menyimak Bimtek membantu PSM memahami jati dirinya program-program apa yang tersedia, apa yang harus dilakukannya, dan sebagainya. Sehingga kerja-kerja PSM menjadi efektif, efisien dan profesional. “Hal ini tidak saja menjadi tolok ukur keberhasilan PSM sebagai individu atau IPSM sebagai wadah organisasi sebagai mitra Kementerian Sosial dalam memberikan layanan sosial,”pungkasnya. ( iful )
