
BALIKPAPAN Swara Republika-Akibat dari mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yaitu perluasan kilang minyak Pertamina RU V kota Balikpapan sangat merugikan pihak Yayasan Pendidikan Kristen (YAPENDIK) GPIB Balikpapan.
Dampak dari proyek RDMP tersebut kepada Sekolah YAPENDIK berupa , terjadinya banjir , debu, keretakan pada bangunan sekolah dimana ada beberapa tingkatan sekolah dari Taman Kanak-Kanak(TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal inilah yang membuat beberapa pengurus yayasan mencoba mencari jalan penyelesaian permasalahan tersebut dengan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Selasa 14 januari 2020 Kedatangan pengurus yayasan GPIB Balikpapan terkait pengaduan akibat dampak dari proyek RDMP Pertamina dan diterima langsung anggota Komisi III Nelly Turuallo , SE yang kebetulan permasalahan tersebut berada di Daerah Pemilihan (Dapil) dirinya.
Ketua YAPENDIK GPIB Erwin Panggabean yang di dampingi Sekretaris yayasan Richard Manalu dan Kepala Sekolah Suhartono bahwa " pihak yayasan telah melayangkan surat kepada RDMP Pertamina terkait permasalahan banjir yang dialami sekolah yang berada di Jln. Yos Sudarso No. 1 (Jln.Minyak)
setelah adanya proyek perluasan area kilang minyak Pertamina kota Balikpapan. Menurutnya sejak bangunan tersebut berdiri puluhan tahun lalu, sekolah tersebut tidak pernah mengalami banjir, namun setelah ada proyek RDMP Pertamina ,sekolah tersebut mulai mengalami banjir, Hal tersebut dikarenakan saluran air (drainase) yang dulunya ada dikawasan tersebut sekarang sudah tidak ada lagi dikarenakan sudah tertutup dengan tanah, sehingga ketika hujan turun air yang datang dari atas langsung masuk kedalam ruang kelas.
Sebelumnya pihak yayasan sudah pernah melakukan pertemuan dengan pihak RDMP, namun hingga saat ini belum ada realisasi yang dilakukan pihak RDMP terkait permasalahan ini. Dampak lain yang dirasakan sekolah akibat perluasan kilang menyebabkan beberapa dinding bangunan sudah mulai retak, bahkan ada Plafon (langit-langit) bangunan jatuh akibat getaran alat berat yang beroperasi disekitar sekolah, belum lagi debu yang mengganggu para siswa, dan sekarang seluruh siswa dalam melakukan proses belajar harus menggunakan masker akibat debu yang ada di mana-mana " jelas erwin
Sementara itu Richard Manalu menyampaikan bahwa " pihak yayasan pernah bersurat kepada pihak RDMP terkait dampak yang kemungkinan terjadi akibat perluasan area kilang minyak pertamina, namun pihak RDMP Pertamina memberikan jawaban tidak melalui yayasan, akan tetapi melalui pihak Gereja dan mengatakan perluasan area kilang minyak tersebut tidak akan memberikan dampak apapun bagi sekolah tersebut, dan apa yang dikhawatirkan saat itu akhirnya terjadi saat ini.
Jika memang harus dilakukan relokasi, yayasan sendiri menyatakan siap, namun relokasi tersebut harus dilakukan pihak Pertamina, namun jika harus dibebankan kepada yayasan, maka yayasan tidak akan sanggup " tutur richard Ditempat yang sama, anggota komisi III DPRD kota Balikpapan Nelly Turuallo" berharap agar pihak RDMP memperhatikan dampak banjir yang terjadi disekolah tersebut, dan segera mencarikan solusi agar banjir tidak terjadi lagi saat hujan turun. saya sangat menyangkan dampak yang terjadi akibat perluasan kilang minyak bukan hanya masalah banjir saja, bahkan gedung sudah juga mulai rusak akibat aktifitas alat berat" ujar nelly Politisi partai Golkar inj menambahkan bahwa"Jika harus direlokasi Nelly sangat bersyukur mengingat sekolah tersebut banyak mencetak lulusan terbaik, dan sekolah tersebut juga selalu memperhatikan bagi masyarakat yang kurang mampu,ungkap nelly."
Penulis : Agus
