[Valid RSS]

Saatnya Mengawal Kinerja RM

Penulis : Danang Agung (Wakil Ketua KAHMI Balikpapan) 

KabarIkn.com - Akhirnya Rahmad Mas’ud (RM) dilantik menjadi Walikota Balikpapan, setelah harus menunggu beberapa saat atas kemenangan pada hasil pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020 lalu. Pelantikan tersebut menandakan bahwa amanah untuk membangun dan meneruskan program-program menata kota dan masyarakat dimulakan.

Sebagai mantan wakil walikota dan pengalaman menjadi seorang pengusaha, bagi penulis, Rahmad harus segera tancap gas merealisasikan segala visi-misi yang pernah dipaparkan selama menyambangi rakyat saat sosialisasi kapanyenya lalu. Berbagai program kerja yang telah dirancangnya, perlahan dan pasti harus dia realisasikan. Walaupun memang tak semudah membalikkan telapak tangan.

Tapi sejauh ini, Rahmad sudah punya bekal mumpuni untuk melakukannya. Secara politis kekuatan dilegeslatif dikuasai bersama dengan koalisi partai politik lainnya. Pengalaman sebagai esekutif membuatnya juga tak sulit untuk menata pejabat yang menjadi bawahannya. Waktunya bagi Rahmad, menempatkan orang-orang yang tepat. Bukan hanya bermodalkan kedekatan apalagi baru merapat setelah Tuan lamanya telah purna tugas.

Definitifnya Rahmad sebagai Walikota Balikpapan, menjadikan figurnya kini bukan milik para pemilihnya semata. Bukan pula menjadi milik partainya atau partai pengusung. Rahmad bukan hanya milik entitas tertentu, baik itu kesukuan ataupun kelompok. Rahmad, harus menyadari sudah tidak ada lagi rival politik, apalagi kotak atau kolom kosong.  Rahmad harus mampu mencairkan harmonisasi hubungan dimasyarakat yang mungkin masih membeku.

Sebagai Walikota, sosok RM menjadi milik masyarakat Balikpapan. Segala opini dan masukan dari elemen masyarakat dia harus dengar dengan bijak. Walau tak semua harus RM tanggapi dan penuhi, tapi juga jangan baper jika ada yang tak searah dengan kebijakan yang akan diambil nanti. 

Perlu RM sadari, bahwa Jabatan Walikota itu bukan sekedar prestisius. Tapi itu adalah amanah yang dipercayaakan ribuan orang agar dia mampu membenahi kota ini lebih baik lagi. Tuhan bukannya kebetulan memberi tanggung jawab itu pada lelaki yang baru saja menginjak usia 45 tahun ini. Tanggung jawab dan amanah itu harus mampu RM jawab dengan kerja keras dan iklas.

Tuhan telah memberi Tahta (jabatan), harta yang berkecukupana. Sehingga menurut penulis, RM seharusnya telah selesai dengan dirinya. Tuhan sedang memberikan beban dan misi lain dalam kehidupannya. Sehingga RM harus terus sadar, apa prioritas utama yang saat ini harus dia kerjakan. Bukan lagi mengejar tahta dan menambah harta, tapi bagaimana mensejahterahkan rakyatnya. Mempermudah kemaslahatan umat, memberi pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian dan lainnya bagi masayarakat.

Sebagai seorang pemimpin, Rahmad harus mampu mendengar keluhan masyarakatnya. Cukup sudah menikmati pujian yang  melenakan. Tapi jagan pula Baper dengan berbagai kritikan. Hemat penulis jangan terbang karena pujian dan jangan mudah tumbang karena cacian. Karena pujian dan cacian, rasanya bagai Rahmad sudah terlalu sering ia cicipi dalam perjalanan hidupunya. 

Buat pendukung, setengah pendukung dan bukan pendukung, saatnya kini memberi ruang dan kesempatan bagi RM bekerja. Jangan diganggu dengan hal-hal yang menjurus pada tudingan personal. Silahakan memberi masukan, ide , gagasan dan kritikan tajam. Tentunya dengan tujuan perbaikan.

Demikian juga bagi penulis, izin kan selama kepemimpinanmu mengawal sekaligus menjadi pengkritik konstruktif atas segala kebijakanmu. Maaf jika nantinya penulis sulit memberikan puji dan sanjungan, karena sebenarnya kau tak butuh itu. 

Biarkan aku tetap menjadi sosok pengingat, penerus kegelisahan masyarakat yang suaranya sulit tersampaikan untuk kau dengar. Karena mungkin banyaknya suara-suara disekelilingmu yang lebih nyaring dan mudah kerap engkau terima. 

Kini kendali kepemimpinan Balikpapan ada ditanganmu. Waktunya memulai berlari merealisasikan segala visi dan misi. Waktu satu periode bukanlah panjang, maksimalkan potensi, prioritaskan yang sangat lebih penting ditengah keterbatasan. 

Semoga banjir, akses kesehatan, sulitnya masuk sekolah negeri, korupsi, sengketa lahan, pengangguran dan masalah sosial lainnya mulai bisa kau urai. Yang dibutuhkan menurut penulis, adalah kesungguhan seorang pemimpin mau mengatasi semua itu, walaupun tak semudah melirikan bola mata kekiri dan kekanan. Namun yakinlah, hanya niat baik dan sungguh-sungguh yang membuat Tuhan memberikan bantuan dalam mengatasi semua itu.

Ditengah karangan bunga yang dipenuhi ucapakan bahagia atas pelantikanmu dan jejeran spanduk-spanduk para pendukung yang mengelu-elukan figurmu. Penulis hanya ingin menyampaikan dan mengingatkan tetaplah membumi dengan amanah yang harus kau tunaikan. Selamat bekerja RM.!!!