[Valid RSS]

KabarIkn.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mulai mengimplementasikan SNI ISO 37001:2016. Tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam menjalankan pengawasan dan pengendalian industri Hulu Migas dan telah mendapatkan akreditasi SNI ISO 37001, serta sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (LSSSMAP) pada tanggal 26 Oktober tahun 2018 lalu.

SMAP merupakan salah satu upaya SKK Migas untuk meningkatkan tata kelola Hulu Migas yang baik dan bersih dari praktik penyuapan. Kemudian, SNI ISO 37001 tentang SMAP merupakan sebuah instrumen yang dirancang untuk membantu sebuah organisasi mengembangkan, mengimplementasikan, dan memperbaiki program anti suap. Instrumen ini berisi serangkaian tindakan, kontrol atau prosedur yang harus dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi suap.

Senior Manger Humas Migas Kalsul, Sebastian Julius mengatakan, SKK Migas telah melakukan sosialisasi penerapan SNI ISO 37001:2016 kepada penyedia barang dan jasa di lingkungan SKK Migas. Selanjutnya para penyedia barang dan jasa ini juga akan melalui verifikasi dan uji kelayakan sebelum mereka mulai menjalin kerja sama dengan SKK Migas.

“Langkah ini diharapkan akan membantu terciptanya industri Hulu Migas yang transparan dan efisien sehingga dapat memberikan manfaat sebesar – besarnya bagi negara,” kata Sebastian 

Langkah lain yang telah dilakukan adalah sosialisasi SMAP kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang menjadi operator wilayah kerja Migas. Bukan itu saja, dalam setiap kesempatan pertemuan, pihaknya juga menyampaikan sosialisasi SMAP ini pada stakeholder didaerah.

Bahkan dalam kegiatan kuliah umum yang dilakukan diberbgai universitas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, pihaknya tak lupa menyisipkan pemahaman mengenai SMAP yang diberlakukan oleh SKK Migas pada mahasiswa dan civitas kampus.

“Sebagai salah satu bentuk komitmen dalam implementasi SMAP, SKK Migas menerapkan Pedoman Etika dan Prinsip 4 No’s (No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxurious Hospitality), dan secara tegas melarang segala bentuk praktik penyuapan dan benturan kepentingan atau zero tolerance,” ungkapnya.

Penerapan SMAP di SKK Migas, lanjut Sebastian membantu SKK Migas untuk lebih fokus menjalankan tugas pokok dan fungsinya di industri Hulu Migas. Dengan menghindari dan menghilangkan gangguan dari praktik-praktik penyuapan.

“Penerapan sistem ini juga dapat menjaga reputasi SKK Migas sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik atau good governance,” ucapnya.

Tujuan dari SMAP yakni menjalankan seluruh kegiatan usaha Hulu Migas dengan prinsip-prinsip good governance. Serta kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam fase implementasi program ini, SKK Migas telah melakukan beberapa langkah, di antaranya menerbitkan aturan yang mempertegas larangan menerima dan memberikan suap yang berlaku untuk manajemen, pegawai, dan tenaga alih daya yang bekerja di SKK Migas. Termasuk suami/isteri dan keluarganya, serta diterapkan di kantor pusat dan seluruh kantor perwakilan SKK Migas.*)

Stan Hulu Migas Raih Predikat terbaik Ke – 2

Foto : Pemberian Piaga Penghargaan STAN terbaik ke-2 Kaltim Expo 2020

KabarIkn.com,Samarinda - Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berat bagi berbagai bidang usaha, Pandemi Covid-19 adalah penyebabnya. Pertumbuhan ekonomi melemah di hampir semua negara. Kalimantan Timur pun terimbas. Seluruh aspek kehidupan terganggu, tak terkecuali untuk urusan ekonomi. Kondisi itulah yang kemudian mendorong Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim untuk tetap menggelar Kaltim Expo Tahun 2020.

Dalam penyelenggaraan Kaltim Expo ini juga mengikuti protokol Kesehatan, membatasi maksimal 100 pengunjung di areal pameran. Penyelenggara juga terus mengumumkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dengan setiap 15 menit menyampaikan pengumuman agar pengunjung tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.

Foto : Masyarakat Kunjungi Stan Hulu Migas

“Tahun ini merupakan salah satu yang terberat. Tapi dengan komitmen protokol kesehatan yang ketat, kita putuskan untuk tetap menggelar Kaltim Expo tahun ini,” kata Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan H Abu Helmi saat mewakili Gubernur Kaltim H Isran Noor membuka Kaltim Expo Tahun 2020 di Big Mall Samarinda, Rabu (21/10).

Tujuan tetap digelarnya Kaltim Expo ini, lanjut Abu Helmi, tidak lain agar para pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap memiliki kesempatan untuk memperkenalkan berbagai hasil produksi dan jasa usaha mereka, sehingga bisa diketahui, kemudian mendapat perhatian dan diminati oleh masyarakat luas.

Kaltim Expo tahun ini mengusung tema “Pameran Mengangkat Perekonomian UMKM dan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi Covid-19”. Kaltim Expo 2020 dimanfaatkan untuk menjadi sarana promosi kegiatan usaha yang berkembang di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan Kaltim Expo 2020 tersebut, SKK Migas dan KKKS wilayah Kalimantan Timur ( Eni Muara Bakau, Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) dan Pertamina Asset 5 kembali terlibat dengan menghadirkan berbagai kegiatan dan memunculkan beragam hasil produksi UKM binaan KKKS.

Keikutsertaan SKK Migas dan KKKS wiayah Kalimantan Timur ini diungkapkan oleh Senior Manager Humas SKK Migas Kalsul, Sebastian Julius sebagai bentuk kepedulian industri migas pada pergerakan ekonomi di Kaltim. 

Foto : HK.Nubaiti(istri Gubernur Kaltim)Kunjungi Stan Hulu Migas

Melalui keikutrsetaan pada Kaltim Expo 2020, berbagai kegiatan UKM binaan perusahaan migas dapat diberdayakan. Walaupun diakui olehnya, situasi saat ini juga sangat memukul kegiatan di hulu migas. 

“Melalui keikutsertaan dalam Kaltim Expo 2020 ini, industri hulu migas masih ingin memberikan kontribusi ditengah situasi yang sulit. Kami ingin tetap terus mendukung program pemerintah Kaltim “ujar Sebastian.

Dalam mengisi kegiatan-kegiatan di stan SKK – KKKS lanjut Sebastian, pihaknya tetap mematuhi protokol kesehatan yang menjadi standar perusahaan dan juga ketetapan panitia. Namun disisi lain, berbagai informasi bagi pengunjung yang hadir masih dapat mengetahui perkembangan industri hulu migas yang sedang berjalan ditengah pandemik dan harga minyak yang sedang turun. Alhasil dalam Kaltim Expo 2020 tahun ini, stan SKK Migas – KKKS Wilayah Kaltim diganjar predikat terbaik ke-2 dari puluhan stan yang berpartisipasi.*)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN-Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), produksi siap jual (lifting) minyak selama 10 tahun terakhir ini cenderung menurun dari 927.000 pada 2009 menjadi 743.000 barel per hari pada 2019. Bahkan, selama kurun waktu 10 tahun, realisasi lifting minyak hampir tidak bisa mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada 2009, target lifting minyak pada APBN ditetapkan 1,24 juta barel per hari, namun realisasinya sebesar 927.000 barel per hari. Demikian juga pada 2019, target lifting APBN ditetapkan sebesar 775.000 barel per hari, tetapi realisasinya lebih rendah dari target APBN yang mencapai 743.000 barel per hari. 

Di tengah penurunan lifting minyak dan tidak tercapainya target lifting yang ditetapkan dalam APBN, SKK Migas menetapkan target ambisus, yakni lifting minyak 1 juta barel per hari. Kalau berdasarkan forecasting yang menggunakan data historis selama 10 tahun terakhir, target lifting 1 juta barel mustahil dapat dicapai pada 2030. 

Namun, jika berdasarkan pada total cadangan potential dan proven minyak bumi diperkirakan sekitar 7.732,27 juta stock tank barrel, target lifting 1 juta barel per hari pada 2030 tidak mustahil untuk dicapai.

Pencapaian target itu sebenarnya telah didukung iklim investasi di hulu yang semakin kondusif dan mampu bersaing dengan negara lain penghasil minyak bumi. Index kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business) di Indonesia semakin membaik dari level 91 pada 2017 menjadi 72 pada 2019, lebih baik ketimbang China 78, India 101, dan Brazil 125. 

Cost index hulu migas Indonesia sedikit lebih tinggi dibanding cost index global, tetapi masih lebih rendah dibanding cost index hulu negara-negara Asia Pasific. Profit margin (earning after tax to net sales) investasi di hulu Indonesia mencapai 72 persen dari net sales, sedangkan biaya operasional (operational expenditure) mencapai hanya sebesar 29 persen dari net sales

Selain itu, penetapan target lifting 1 juta barel per hari sesungguhnya merupakan visi progresif yang menjadi spirit bagi SKK Migas dan K3S untuk merealisasikannya. Untuk mencapainya, masih ada beberapa upaya yang harus dilakukkan oleh SKK Migas. 

Pertama, memperbaiki proses perizinan yang masih panjang dan berjenjang menjadi perizinan satu atap. Kedua, memaksimalkan potensi reservoir dan produksi yang ada (maximizing existing), Ketiga, melakukan transformasi resources menjadi reserves. Keempat, menerapkan teknologi enhance oil recovery (EOR) agar kegiatan eksplorasi dan eksploitasi dapat dilakukan secara full-field. Kelima, meningkatkan kegiatan eksplorasi secara massif untuk mendapatkan penemuan besar (giant discovery)

Berdasarkan jumlah cadangan minyak bumi dan iklim investasi yang semakin kondusif, serta penerapan kelima upaya tersebut, target lifting 1 juta barel per hari akan dapat dicapai (achievable) pada 2030. Namun, tanpa kerja keras SKK Migas dalam menerapkan kelima upaya itu, jangan harap target lifting satu juta barel per hari dapat dicapai. (Andy Ar Evrai)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN- Pemerintah Indonesia lewat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) telah menetapkan target produksi minyak 1 bopd pada 2030 mendatang.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan, visi 1 juta bopd bukan merupakan hal mustahil untuk diwujudkan. Meski begitu, ia menyadari banyak tantangan untuk merealisasikan target ambisius tersebut. 

Mulai dari investasi besar, regulasi tumpang tindih, stagnasi lifting migas sepanjang satu dekade terakhir, hingga pandemi Covid-19 yang memengaruhi produksi migas dan harga minyak dunia.

Untuk itu, Dwi mengajak jajaran SKK Migas untuk bertransformasi agar mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut dengan membangun istilah “musuh bersama”, yaitu visi jangka panjang SKK Migas mencapai target 1 juta bopd, agar lembaga yang dipimpinnya semakin terpacu untuk mewujudkannya.

“Setelah dapat musuh bersama, semua orang harus sudah fokus untuk merealisasikannya. Harus ada detail program dan strateginya apa saja,” kata Dwi dikutiP dari laman SKK Migas, (8/9/2020).

Selain mendorong perubahan di internal, SKK Migas juga mengharapkan dukungan dan sinergi dari pemangku kepentingan atau stakeholder, terutama terkait konsistensi kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami berharap visi SKK Migas ini menjadi visi nasional yang dapat didukung oleh seluruh pihak sehingga mimpi produksi 1 juta barel minyak di tahun 2030 dapat kita capai," ujarnya.

Meski terkesan ambisius, SKK Migas optimis mampu mencapai target produksi minyak 1 juta bopd pada 2030. Pasalnya, dalam perhitungan SKK Migas, Indonesia memiliki potensi cadangan minyak sebesar 783 billions of barrels of oil equivalent (Bboe).

Selain itu, Indonesia juga mempunyai 128 cekungan yang menyimpan kandungan minyak. Dari total cekungan tersebut, sekitar 50 cekungan telah digarap, 20 di antaranya mampu menghasilkan produksi migas.

Kemudian, iklim kemudahan berbisnis di Indonesia pun semakin membaik. Pada 2020, Indonesia mendapatkan skor indeks kemudahan berbisnis sebesar 69,6. Jumlah ini meningkat dari raihan 2019 yang sebesar 68,2.

Hal tersebut dapat menjadi daya tawar untuk menarik para investor untuk membenamkan modal di sektor hulu migas. Berdasarkan peluang-peluang yang ada, SKK Migas pun telah menyiapkan sederet strategi berikut demi memuluskan jalan ke pencapaian target 1 juta bpod pada 2030.

Visi jangka panjang SKK Migas untuk memproduksi minyak 1 juta bopd pada 2030 memang terkesan ambisius. Namun, SKK Migas punya keyakinan mampu mencapai target tersebut. Pasalnya, dalam perhitungan SKK Migas, Indonesia memiliki potensi cadangan minyak sebesar 783 billions of barrels of oil equivalent (Bboe). Selain itu, Indonesia juga mempunyai 128 cekungan yang menyimpan kandungan minyak. 

Dari total cekungan tersebut, sekitar 50 cekungan telah digarap dan 20 di antaranya mampu menghasilkan produksi migas.

Kemudian, iklim kemudahan berbisnis di Indonesia pun semakin membaik. Pada 2020, Indonesia mendapatkan skor indeks kemudahan berbisnis sebesar 69,6. Jumlah ini meningkat dari raihan 2019 yang sebesar 68,2. Hal tersebut dapat menjadi daya tawar untuk menarik para investor agar mau membenamkan modal di sektor hulu migas. 

Berdasarkan peluang-peluang yang ada, SKK Migas pun telah menyiapkan sederet strategi berikut demi memuluskan jalan ke pencapaian target 1 juta bpod pada 2030 : 

1. Regulasi dan skema bagi hasil kian fleksibel Rumitnya regulasi investasi di Tanah Air

merupakan hal yang tak dapat disangkal. Khusus kerja sama sektor hulu migas, proses perizinan investasi sempat memakan waktu hingga 15 hari. Namun, sekarang hal tersebut tidak berlaku lagi. SKK Migas telah membenahi regulasi dengan meluncurkan layanan One Door Service Policy pada awal 2020. Berkat layanan ini, perizinan investasi dapat dipangkas dan bisa selesai dalam waktu tiga hari kerja. Pembenahan juga dilakukan dalam urusan bagi hasil. Sebagai informasi, pada 2017, pemerintah resmi menetapkan skema gross split dalam kerja sama investasi di sektor hulu migas. 

Pada skema gross split, keuntungan yang diterima kontraktor berdasarkan akumulasi dari beberapa variabel, seperti besaran bagi hasil dasar (base split), komponen pembagian sesuai kondisi lapangan (variable split), dan komponen yang nilainya terus berubah (progressive split). Seiring perjalanan, skema tersebut dirasa memberatkan pihak investor. Karena itu, penetapan bagi hasil dalam kerja sama sektor hulu migas kembali diubah. Pemerintah memberikan peluang bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memilih skema yang sesuai dengan kondisi investor, yakni recovery split atau gross split. “Perubahan ini jangan dianggap kemunduran, tetapi lebih pada penyesuaian pada kasus-kasus tertentu di lapangan,” ujar Dwi.

2. Mendorong paket stimulus usai pandemi Pandemi memberi pukulan bagi sektor hulu migas. Beberapa proyek eksplorasi menjadi terhambat. Belum lagi perkara harga minyak mentah dan nilai rupiah terhadap dollar AS ikut melemah. Dwi Sutjipto mengatakan, pihaknya telah mengupayakan koordinasi kembali dengan KKKS untuk menawarkan comprehensive assessment terkait opsi harga minyak. Selain itu, SKK Migas juga telah mengajukan paket stimulus untuk meringankan beban produksi KKKS kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

"Dengan turunnya harga jual, kami berharap cost bisa ditekan. Salah satunya adalah melakukan renegosiasi berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya market price," jelas Dwi . 

3. Mempertahankan tingkat produksi yang ada SKK Migas berencana melanjutkan keseluruhan proyek existing untuk mengejar target produksi siap jual minyak dan gas bumi 1 juta barel per hari. Sebagai informasi, per Juni 2020, produksi minyak tercatat 720 ribu bopd dan produksi gas 6.830 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Untuk lifting migas mencapai 1,7 juta barel ekuivalen minyak per hari. Sementara itu, aktivitas operasi yang berjalan mencakup pengeboran 134 sumur pengembangan, 320 work over (WO), dan 13.415 well services (WS).

SKK Migas juga mendorong agar KKKS dapat melaksanakan komitmen produksi dan lifting sesuai target yang telah disepakati bersama. SKK Migas secara khusus menekan Pertamina untuk dapat meningkatkan produksi dan lifting migas. Desakan ini sebagai bentuk respons atas kinerja Pertamina EP yang masih berada di bawah target. 

Seperti diwartakan Kompas.com, Rabu (27/8/2020), data SKK Migas per 31 Juli 2020 menunjukkan bahwa capaian produksi minyak Pertamina EP sebesar 80.336 bopd dan lifting minyak sebesar 78.661 bopd. Angka ini setara dengan pencapaian 87 persen terhadap target lifting APBN yaitu 90.000 bopd. Sementara itu, produksi gas Pertamina hanya mencapai 866 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) dan lifting gas sebesar 667 mmscfd atau 85 persen dari target APBN sebesar 787 mmscfd.Seperti yang diberitakan oleh media Kompas.

4. Percepatan sumber daya menjadi produksi SKK Migas menemukan tiga titik eksplorasi pada kuartal pertama 2020 yang terdiri dari pengeboran sumur eksplorasi PB-2 Blok Mahato, pengeboran sumur Bronang-2 di Blok South Natuna Sea Blok B, dan pengeboran sumur Wolai-002 di Banggai, Sulawesi Tengah. Khusus proyek PB-2 Blok Mahato yang digarap Texcal Mahato, pengerjaannya telah rampung. 

SKK Migas saat ini tengah memasukkan proyek ini ke tahap pengembangan lanjutan (POD) dan terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM serta pemerintah daerah. Sementara itu, pengeboran sumur Bronang-2 yang dikerjakan PT Medco E&P Natuna tengah masuk ke tahap pembahasan lanjutan percepatan produksi.

Serupa dengan proyek PB-2 Blok Mahato, proyek sumur Wolai-002 yang digarap PT Pertamina EP pun tengah memasuki tahap rencana pengembangan lanjutan, yakni pengeboran sumur North Wolai-1 pada kuartal empat 2020. Hingga Juni 2020 juga terdapat delapan POD yang telah disetujui dengan capaian pengembalian cadangan migas (reserve replacement ratio) sebesar 50 persen, sedangkan untuk pengeboran eksplorasi sudah dilakukan 8 kegiatan.

Dalam hal survei seismik, SKK Migas bersama KKKS Pertamina Hulu Energi Jambi Merang berhasil menyelesaikan pelaksanaan survei seismik 2D Komitmen Kerja Pasti Wilayah Jambi Merang sepanjang 32.200 km persegi yang dimulai pada 12 November 2019 dan selesai pada 3 Agustus 2020. 

"Survei seismik ini menjadi proprietary seismic survey yang terpanjang di Asia Pasifik dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan Indonesia mampu menyelesaikannya hanya dalam kurun waktu 262 hari," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2020). Dwi mengatakan, survei seismik ini juga diselesaikan melebihi target yang ditetapkan, yaitu 30.000 km persegi atau penyelesaiannya mencapai 107,3% dengan zero accident alias tanpa ada kecelakaan kerja.

Survei ini mencakup 35 cekungan dari 128 cekungan yang ada di Indonesia. Dengan banyaknya cekungan yang disurvei, diharapkan akan menjadi potensi cadangan minyak yang besar bagi Indonesia.

"Dari 35 cekungan tersebut terdiri dari 6 producing basin, 7 discovery basin, 5 explored basin, dan sebanyak 17 lainnya merupakan cekungan baru atau unexplored basin yang belum pernah tersentuh sebelumnya," paparnya.

5. Mempercepat penerapan teknologi chemical enhanced oil recovery (EOR) Enhanced oil recovery (EOR) merupakan salah satu metode eksploitasi minyak dengan mengoptimalkan sumur-sumur agar minyak yang kental, berat, poor permeability, dan irregular faultlines dapat diangkat ke permukaan dan diproduksi.

Penerapan EOR memang memerlukan waktu yang panjang, bahkan bertahun-tahun. 

setelah terkonfirmasi berhasil, KKKS bisa menggunakan teknologi EOR secara penuh.

Manfaat teknologi ini baru bisa dirasakan setelah tiga hingga empat tahun penerapan. Namun, tuntutan target produksi 1 juta bopd pada 2030 membuat penerapan teknologi tersebut perlu dipercepat. 

“Kita dorong terus EOR di Pertamina EP dan KKKS lainnya. Didorong untuk full scale sekalian, tapi butuh waktu,” kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiranto, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (28/6/2020). 

6. Menawarkan 12 area potensial kepada investor Indonesia memiliki 12 titik cadangan migas baru yang siap untuk dieksplorasi.

Adapun kedua belas daerah tersebut terdiri dari Sumatera Utara, Sumatera bagian tengah, Sumatera Selatan, North East Java-Makassar Strait, lepas pantai Tarakan, lepas Pantai Kutai, lepas Pantai Buton, Selat Makassar, Timor-Tanimbar-Semai, Papua bagian utara, Tubuh Burung, dan Warim.

Dengan menggandeng Kementerian ESDM, SKK Migas tengah fokus menggali data dari kedua belas titik potensial tersebut sehingga nantinya dapat ditawarkan kepada investor untuk digarap. Julius mengungkapkan, kegiatan survei seismik hingga pengeboran sumur untuk kebutuhan eksplorasi dapat segera dilakukan apabila ada investor yang tertarik menggarap cadangan migas baru tersebut.

Di sisi lain, Kementerian ESDM pun telah menetapkan aturan soal pembukaan data migas. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan investor melihat potensi migas di Tanah Air. Dengan begitu pula, target pemenuhan kebutuhan energi migas di masa depan dapat tercukupi. (Andy Ar Evrai)

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Menjadi suatu kebanggaan jika seorang guru yang mengajar disuatu sekolah adalah sosok yang kompeten dan kreatif dalam menyampaikan suatu mata pelajaran di sekolah. Seperti yang dilakukan Bapak Bimo Aditya Sulaksono S.T salah satu peserta kontes dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Tanjung Selor, sukses menang dalam ajang kontes Regional, beliau menjadi perwakilan untuk peserta kontes pembelajaran guru Online 2020 Nasional.

Kontes pembelajaran guru Online tingkat Nasional berlangsung pada 15 oktober menyeleksi 27 guru yang menjadi perwakilan tiap region. Adapun menilaian telah berlangsung dari tanggal 13-20 oktober 2020 dan Awarding dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober secara online.

Seleksi Kontes Kreativitas Pembelajaran Guru Online meneruskan komitmen AHM melalui program Satu Hati Education Program (SHEP) untuk memastikan kualitas guru yang mumpuni agar semakin adaptif dan kreatif dalam memberikan materi ajar melalui proses pembelajaran jarak jauh yang sedang diterapkan saat ini. Para guru ditantang untuk menyajikan materi yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami siswa dalam proses belajar mengajar yang tidak melibatkan interaksi fisik secara langsung. Gestur, intonasi, dan pemilihan bahasa mengajar yang jelas, lugas, juga menjadi tantangan besar.

Seleksi kontes pada hari ini berlangsung seru walaupun tidak bertatap wajah hanya menggunakan aplikasi zoom. Meskipun demikian, tidak menghilangkan semangat para peserta lomba pada kali.

“Kontes Kreativitas Pembelajaran Guru Online 2020 dilaksanakan untuk mewujudkan standar kompetensi guru yang mumpuni sebagai modal utama mencetak siswa-siswi SMK berkualitas di bidang otomotif roda dua walaupun dengan metode daring” Ujar Suryanto Wirawan selaku Region Head Astra Motor Kaltim 1.

“Terima kasih kepada Astra Motor kaltim 1 yg telah memfasilitasi kegiatan kontes guru Teknik Bisnis Sepeda Motor Honda (TBSM). Pada tahun ini mendapatkan peringkat 5 Nasional, semoga untuk tahun kedepan progress bias lebih baik.” Ujar Bapak Bimo Aditya Sulaksono S.T salah satu peserta kontes dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Tanjung Selor.

Corporate Communications,

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Lana Senja Indah

+62 8115900998

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 


KabarIkn.com,Balikpapan – Setelah sukses meluncurkan Honda CBR250RR SP Quick Shifter sebagai varian tertinggi, Astra Motor Kaltim 1 melengkapinya dengan pilihan terbaru Honda CBR250RR SP dan Honda CBR250RR. Keduanya memperkaya pilihan konsumen yang menginginkan sepeda motor supersport 250cc 2-silinder dengan DNA Total Control sesungguhnya. 

Honda CBR250RR SP mengusung mesin terbaru 250cc yang lebih bertenaga dari generasi sebelumnya, dengan tenaga maksimal 30 kW (41 PS) @ 3.000 rpm dan torsi maksimum hingga 25 Nm (2,5 kgf.m) @11.000 rpm. Model ini dibekali dengan fitur Assist and Slipper Clutch yang berfungsi mencegah ban belakang selip karena engine brake saat penurunan gigi secara ekstrem, serta membuat pengendara dapat merasakan pengoperasian kopling yang semakin ringan. Fitur Anti-lock Brake System (ABS) melengkapi fitur keamanan Honda CBR250RR SP demi memberikan kenyamanan maksimal. 

Sementara itu, Honda CBR250RR diluncurkan dengan mempertahankan mesin performa tingginya yaitu 250cc liquid-cooled 4-stroke DOHC 8-valve, 2-cylinder bertenaga maksimum 28,5 kW (38,7 PS) @12.500 rpm dan torsi maksimum hingga 23,3 Nm (2,4 kgf.m) @11.000 rpm. Varian ini mendapatkan penyegaran tampilan pada pilihan warna Bravery Red Black yang mengusung kombinasi warna hitam dan merah sehingga tampak semakin agresif. 

Region Head Astra Motor Kaltim 1 Bapak Suryanto Wirawan mengatakan dua pilihan terbaru Honda CBR250RR series tersebut dipasarkan dengan harga yang kompetitif, sehingga diharapkan mampu mewujudkan mimpi konsumen yang menginginkan sepeda motor supersport berperforma terbaik.

”Kami berusaha memahami berbagai keinginan konsumen untuk merasakan DNA Total Control Honda CBR Series melalui sepeda motor sport 250cc terbaik di kelasnya. Honda CBR250RR SP dan Honda CBR250RR memberikan pilihan yang lebih beragam, dengan tetap mempertahankan tampilan agresif dan performa tinggi khas Honda CBR250RR,” ujar Suryanto.

Honda CBR250RR SP dan Honda CBR250RR disematkan Throttle By Wire yang menjadi standar baru di kelasnya. Fitur ini menghadirkan akselerasi halus dan stabil yang lebih presisi. Throttle By Wire dilengkapi riding mode selector sehingga pengendara dapat menikmati berkendara di berbagai kondisi jalan, mulai berkendara secara agresif di sirkuit hingga jalanan padat perkotaan. 

Kedua varian terbaru ini masih memiliki tema desain “Speedy Shape”. Tampilannya agresif yang mampu menghadirkan kesenangan dalam berkendara bahkan sebelum motor ini dikendarai. Selain itu, varian logo baru juga disematkan pada bodi samping kanan dan kiri motor.

Honda CBR250RR SP warna Racing Red dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Balikpapan Rp 77.340.000. Dua warna lainnya, yakni Bravery Red Black dipasarkan masing-masing dengan harga OTR (On The Road) Balikpapan Rp.76.740.000.

Honda CBR250RR Black Freedom dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Balikpapan Rp. 62.260.000 Sementara itu, warna Mat Gundpower Black Metallic dan Bravery Red Black dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Balikpapan Rp. 67.250.000.

Corporate Communications,

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Lana Senja Indah

+62 8115900998

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

KabarIkn.com,BALIKPAPAN-SKK Migas Tingkatkan Produksi Migas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas masih optimistis target 1 juta barel minyak bisa tercapai pada 2030. Biarpun tak ada penemuan cadangan minyak baru dan lifting minyak terus melorot.

"Belum ada temuan lapangan minyak yang cukup besar, tetapi lapangan gas juga akan menghasilkan kondensat," ujar Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno.

Pihaknya pun bakal mendongkrak produksi minyak dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Menurut Julius, pihaknya akan terus mendorong agar Pertamina serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tetap mengerjakan proyek EOR di lapangan migas masing-masing. "Jalan terus dengan Pertamina EP yang di lapangan Tanjung, dan sedang studi untuk lapangan-lapangan lainnya baik yang di Pertamina EP atau KKKS lainnya," katanya.

 

Di sisi lain, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menilai target 1 juta barel bakal sulit dicapai. Pemerintah harus ekstra kerja keras dan memiliki terobosan baru untuk meningkatkan produksi minyak. Apalagi, harga minyak yang saat ini berada di level US$ 40 per barel. Sedangkan biaya produksi per barel minyak di Indonesia cukup tinggi. Dia pun menyarankan agar pemerintah tak mengejar target 1 juta barel minyak. "Lebih baik kita tingkatkan cadangan migas terbukti sebagai upaya untuk menjaga migas kita," kata Mamit.

 

Seperti diketahui, Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Komisi VII DPR menyepakati asumsi dasar Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) sektor ESDM untuk tahun depan. Adapun, asumsi yang dibahas salah satunya mengenai lifting migas.

 

Arifin mengusulkan besaran lifting minyak pada tahun depan sebesar 690-710 ribu barel per hari bopd. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target awal lifting minyak pada tahun ini yang ditetapkan sebesar 755 bopd.

Untuk merealisasikan visi bersama kembali meraih second golden era, Road To 1 Million Barrel, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMigas) terus melakukan berbagai langkah dengan berbagai terobosan dan inovasi untuk mewujudkan operational excellence yang dapat meningkatkan efisiensi, kecepatan dan akurasi di sektor hulu migas. Di era Revolusi Industri 4.0, sektor hulu migas harus melakukan perubahan dan mampu menerapkan industri 4.0 guna dapat meningkatkan daya saing agar sektor ini tetap kompetitif dan mampu menarik investasi. 

Salah satu langkah yang dilakukan oleh SKK Migas adalah mendorong penerapan digitalisasi yang lebih masif yang mampu mengintegrasikan operasional SKK Migas dan Kontraktor KKS.

Sebagai salah satu bagian pelaksanaan transformasi SKK Migas untuk membangun organisasi as center of excellence dan digitalisasi, SKK Migas telah membangun Integrated Operation Center (IOC) yang diharapkan dapat menjadi salah satu lompatan maju SKK Migas untuk melakukan akselerasi operational excellence di sektor hulu migas.

“Hari ini, bertepatan dengan tanggal 31 Desember 2019 atau beberapa saat menjelang pergantian tahun 2020, SKK Migas melakukan launching Integrated Operation Center (IOC). Sebuah sistem yang dapat melakukan day to day monitoring operation secara realtime sehingga memudahkan SKK Migas mendapatkan akses data KKKS sebagai operator dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan di wilayah operasi KKKS. Dengan IOC,

akan menjadikan SKK Migas dapat melakukan pengawasan yang lebih efektif dan melakukan berbagai tindakan preventif dengan memberikan masukan-masukan kepada KKKS dalam melaksanakan operasionalnya sebelum sebelum terjadi kejadian negatif sebagaimana yang ada di tahun 2019, sehingga menghambat target produksi migas”, kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

 

Pelaksanaan Work, Program & Budget 2019 oleh KKKS harus diakui masih membutuhkan perbaikan, adanya accident KKKS dan kebakaran hutan di Sumatera yang memberikan dampak pada produksi migas, hambatan untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan proyek dan operasional KKKS karena terkendala jarak dan waktu, menjadi salah satu tantangan dan harus diatasi, agar pelaksanaan di tahun 2020 dan seterusnya dapat berjalan lebih baik. Maka membangun digitalisasi melalui Integrated Operation Center (IOC) adalah salah satu inovasi dan langkah maju SKK Migas dalam menggunakan teknologi untuk mendukung pencapaian target hulu migas. IOC tersebut mencakup beberapa layanan pengelola kinerja yang terhubung dengan KKKS sehingga produksi, manajemen fasilitas, kegiatan pengeboran (drilling), dan kegiatan operasi lifting migas bisa terpantau secara realtime dan online. IOC juga dirancang sebagai working collaborative environment.

Dengan adanya IOC, maka SKK Migas tidak lagi pasif dan menunggu laporan dari Kontraktor KKS. Tetapi SKK Migas dapat lebih aktif melakukan Opengawasan dan dapat membantu KKKS dengan memberikan saran-saran kepada KKKS, room of improvement agar tidak hanya terpaku untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan dalam Work,Plan & Budget, tetapi mendorong KKKS untuk mencapai target yang lebih tinggi lagi.

“Dengan telah beroperasinya IOC maka KKKS tidak dapat lagi santai-santai dalam melaksanakan programnya. Dengan data yang real time, tidak ada lagi yang disembunyikan, oleh karena itu kami mengajak KKKS untuk lebih melihat adanya peluang dari integrase data ini melalui peningkatan kolaborasi yang lebih intens antara SKK Migas dan KKKS. Mari kita kaji setiap potensi yang ada dan bersama-sama kita melakukan best effort,” kata Dwi Soetjipto.

Kecepatan dan keakuratan data menjadi salah satu kunci penting bagi SKK Migas dalam mengambil keputusan. Tentu saja setiap keputusan yang diambil diharapkan dapat mendorong daya saing dan efisiensi yang lebih kuat agar sektor hulu migas dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi negara. Layanan dan aplikasi yang tergabung di dalam IOC saat ini diantaranya yaitu, Sistem Operasi Terpadu (SOT) for Production Dashboard, Oil and Gas Lifting Dashboard, Stock Management Dashboard, Plant Information Management System (PIMS), Facility Maintenance Monitoring and Project Monitoring, Vessel Tracking Information System (VTIS), Real Time Drilling Operation, dan Emergency Response Center (ERC).

 

Dwi Soetjipto menambahkan, “Sebelumnya IOC sudah dilakukan soft launch oleh Menteri ESDM pada tanggal 16 Desember 2019, pada saat acara Raker SKK Migas. Saat ini IOC sudah dilakukan perbaikan dan peningkatan berdasarkan masukan dan diskusi dengan KKKS pada saat manajemen SKK Migas melakukan kegiatan monitoring lifting akhir tahun 2019 di 6 (enam) lokasi lifting yang di Jawa, Kalimantan dan Sumatera tanggal 26-28 Desember 2019”.

 

Saat ini, untuk pelaporan produksi, stok, dan lifting minyak dan gas bumi di Indonesia sudah dapat diakses secara online melalui IOC dan database sudah terintegrasi dengan 95 persen Kontraktor Kontrak Kerja Sama produksi, sehingga sudah mencerminkan kondisi operasi KKKS secara nasional. Integrasi dengan KKKS lainnya terus berlangsung sehingga seluruh KKKS nantinya dapat terhubung melalui IOC. Salah satu upaya untuk mempertahankan produksi existing tetap optimal dan menambah produksi melalui sumur baru, sampai 31 Desember 2019 pukul 12.00 telah dilakukan pekerjaan workover sebanyak 821 atau 130 persen dibandingkan pencapaian 2018 sebanyak 821 pekerjaan workover. 

Untuk pekerjaan well service dari target 29.260 di tahun 2019 sampai 31 Desember 2019 pukul 12.00 telah diselesikan 29.365 atau 100,4 persen. Untuk pekerjaan development wells drilling telah dicapai 320 drilling atau 105 persen dibandingkan target 2019 dan lebih besar 115 persen dibandingkan capaian tahun 2018. Adapun untuk seismic 2D mencapai 12.169 km atau lebih besar 229 persen diatas target 2019 sebesar 5.318 km. Untuk seismic 3D mencapai 6.837 km atau 87 persen dari target 2019, dan jika dibandingkan realisasi 2018 sepanjang 1.188 km maka capaian seismic 3D meningkat 475 persen. “Tingginya target workover, well service, drilling, seismic 2D dan 3D di tahun

2019 dibandingkan 2018 menunjukkan kerja keras yang dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS untuk mendapatkan kinerja optimal ditahun 2019. Patut disyukuri mayoritas target 2019 dapat dicapai, dan jika dibandingkan 2018 maka aktivitas operasional 2019 jauhl ebih banyak dibandingkan 2018,” kata Dwi Soetjipto.

“Saat ini di IOC juga telah mampu memonitor pelaksanaan pekerjaan drilling, sehingga upaya masif SKK Migas dan KKKS menggenjot drilling di tahun 2020 dalam upaya menemukan cadangan migas baru, akan semakin memudahkan dalam melakukan pengawasan dan monitoring. Sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan jika ada potensi keterlambatan pekerjaan drilling,” uproductionj Dwi Soetjipto.

Sebagai catatan, informasi online dan real time di IOC saat ini mencakup antara lain :

a. Oil & Gas pro/lifting :

– 59 points of lifting/terminal

– 204 points of gas sales

b. Production Facility Maintenance :

– Lebih dari 15.000 turbomachinery & rotating equipment

– Lebih dari 19.000 pipelines, pressure vessel & tank

– Lebih dari 600 platforms

c. Exploration/Exploitation drilling

d. Vessel Tracking

Pada fase pertama pengembangan IOC telah dihasilkan integrasi dan pengawasan secara online dan real time. Untuk fase pengembangan tahap berikutnya, IOC akan dilengkapi dengan data management & analytic. Dengan telah beroperasinya IOC maka diharapkan dapat mendukung pula upaya SKK Migas meningkatkan produksi migas. Adapun strategi SKK Migas dalam meningkatkan

produksi migas nasional adalah :

a. Mempertahankan tingkat produksi existing tetap tinggi

b. Transformasi sumberdaya ke cadangan

c. Mempercepat chemical EOR

d. Eksplorasi untuk penemuan besar. 

 

Penulis : Andy Ar Evrai 

Editor : Tri

KabarIkn.com - Program peningkatan produksi minyak satu juta barel per hari (bph) yang diusulkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak disetujui alias ditolak oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk dijadikan salah satu dari usulan baru Proyek Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 kepada Presiden Joko Widodo. Selain program produksi minyak satu juta barel per hari ada program eksplorasi panas bumi oleh pemerintah yang juga tidak disetujui.

Menurut sumber Dunia Energi, Kementerian ESDM masih berusaha agar dua program tersebut tetap disetujui. Pasalnya ketika program atau proyek sudah menjadi bagian dari PSN ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh mulai dari birokrasi hingga salah satu tantangan yang paling berat yakni masalah pembebasan lahan.

Menurut SKK Migas Penolakan ini tidak akan menyurutkan mereka untuk mencapai target produksi 1 juta barel, karena belum tercapainya target lifting per Jumat (17/7/2020) lalu di periode itu disebabkan COVID-19 yang membuat pelaku usaha mengurangi aktivitas bisnisnya. Di sisi lain, harga minyak dunia turun drastis hingga sempat di bawah 30 dolar AS per barel sejalan dengan penurunan permintaan.

Kepala SKK Migas Dwi Soejipto mengatakan pemerintah akan berupaya mempertahankan produksi yang sudah ada. Di sisi lain, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) juga akan diberi insentif agar tetap mencapai keekonomian di tengah pembatasan operasional dan turunnya permintaan.

Langkah menjaga produksi juga dilakukan dengan mempercepat realisasi metode menguras minyak secara kimiawi atau Enhanced Oil Recovery (EOR). Kenyataannya, tren ini bukan pertama kali, melainkan sudah sekurang-kurangnya sejak periode pertama Presiden Joko Widodo. Realisasi lifting sejak 2014 tak pernah mencapai target, bahkan baik realisasi maupun targetnya terus turun. Secara berturut-turut, antara realisasi vs target dalam ribu BOPD adalah sebagai berikut: 2015 (779 vs 825), 2016 (829 vs 830), 2017 (804 vs 820), 2017 (804 vs 820), 2018 (778 vs 800), 2019 (746 vs 775).

Gagal mencapai target lifting bahkan realisasinya terus turun memiliki konsekuensi berbahaya. Salah satunya lonjakan impor minyak yang bakal membebani moneter berupa pelemahan rupiah karena tingginya kebutuhan mata uang asing.Belum lagi, jika terus impor, harga bahan bakar minyak di Indonesia akan mengikuti gejolak harga minyak dunia yang seringkali tak ramah sehingga berdampak pada lonjakan

subsidi. Statistik British Petroleum (BP) edisi 2020 mencatat produksi minyak Indonesia selama reformasi terus turun. Dari 1,45 juta BOPD (2000) menjadi 1,09 juta BOPD (2005) dan terus anjlok menjadi 1 juta BOPD (2010), 0,84 juta BOPD (2014), dan 0,78 juta BOPD (2019). Sementara itu,konsumsi minyak Indonesia terus melejit. Dari 1,14 juta BOPD (2000), 1,30 juta BOPD (2005), 1,41 juta BOPD (2010), 1,68 juta BOPD (2014), dan 1,73 juta BOPD (2019).

Sampai-sampai Indonesia pertama kali mengalami defisit neraca minyak di 2003 dengan produksi 1,17 juta BOPD sedangkan konsumsi 1,23 juta BOPD. Tidak mengherankan jika data US Energy Information Administration mencatat tren impor minyak mentah Indonesia terus naik. Dari 223 ribu BOPD (2000) menjadi 331 ribu BOPD (2005), 341ribu BOPD (2014), dan 398 ribu BOPD (2016). 

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan target lifting 2021 berpeluang tercapat karena sudah dipangkas ke angka 705 ribu BOPD. Meski demikian, perjalanannya tetap sangat menantang. Pasalnya, COVID-19 dan anjloknya harga minyak dunia sudah cukup memukul bisnis migas. “Secara umum ‘bertahan hidup’. Itu kondisi industri minyak saat ini,” ucap Komaidi saat dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Kendala lain adalah banyak sumur di Indonesia sudah tua dan terus mengalami penurunan produksi alamiah. Menurut Komaidi, pemerintah sudah melakukan upaya agar volumenya terus bisa dijaga seperti salah satunya dengan metode EOR. Masalahnya seringkali berbagai solusi teknologi yang tersedia berbiaya mahal sehingga kerap tidak menarik bagi pelaku usaha migas.

Karena itu semua, ia bilang pemerintah perlu mencari solusi lain. Solusi yang lebih konkret semakin mendesak mengingat penurunan produksi terjadi usai alih kelola blok terminasi (habis masa kontrak) dari perusahaan asing ke lokal. Ini terjadi karena alih kelola membutuhkan waktu penyesuaian yang tak cepat. Pekerjaan rumah lainnya mencangkup menahan laju penurunan investasi di hulu migas.

Data Kementerian ESDM menunjukkan realisasi investasi terus turun dari 2015 (17,9 miliar dolar AS), 2018 (12,6 miliar dolar AS) dan 2019 (12,5 miliar dolar AS). 

Tanpa investasi, kata Komaidi, tentu sulit menahan laju penurunan cadangan minyak atau proven reserve apalagi berpikir mengenai tambahan produksi 5-10 tahun ke depan. Data BP mencatat proven reserve (dalam juta barel) Indonesia terus turun dari 5,1 (2000) menjadi 4,2 (2010) dan 2,5 (2019). “Kalau enggak mau perbaiki kinerja investasi, ya panen risiko dalam beberapa waktu ke depan,” Komaidi memperingati. (Andy Ar Evrai)

KabarIkn.com,Balikpapan - PHB atau lebih dikenal Paguyuban Honda balikpapan adalah wadah/payung naungan bagi seluruh komunitas Honda yang ada di Kota Balikpapan. Menginjak usia yang ke-6 tahun, Astra Motor Kaltim 1 turut bangga dan bersyukur karna paguyuban tetap ada dan masi tinggi akan solidaritasnya. Melihat hal tersebut, Astra Motor Kaltim 1 bersama PHB merayakan hari jadi pada minggu (18/10).

Berbeda pada perayaan kali ini, mesti tidak dirayakan beramai-ramai dikarenakan adanya pandemic, suasana syukuran pada saat perayaan berlangsung seru. Berawal dari meeting point yang bertempat di Kantor Main Dealer Astra Motor, para paguyuban Honda bersama-sama melakukan kegiatan rolling city dengan tujuan Danau Cermin Lamaru. Sebelum melakukan aksi rolling city para komunitas tidak lupa memperhatikan campaign #cari_AMAN seperti penggunaan jaket, helm SNI, sarung tangan, memakai sepatu dan patuh terhadap rambu-rambu. Perjalanan yang ditempuh menghabiskan waktu 1 jam menit dengan rute, MT haryono-Lamaru.

Sesampai di danau cermin, 30 bikers merayakan hari jadi PHB yang ke6 tahun dengan tiup lilin bersama dan makan-makan. Melihat pencapaian hal-hal positif yang sudah dipertahankan oleh pauyuban Astra Motor Kaltim 1 juga memberikan piagam yang diberikan setelah kegiatan tiup lilin sebagai bentuk apresiasi karna eksistensi yang masih merekat. 

“Terimakasih kepada para teman-teman paguyuban Honda Balikpapan yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti acara pada hari ini, besar harapan saya untuk tetap menjaga solidaritas agar tetap terjaga dan jangan lupa terus sebarkan energi positif untuk mensosialisasikan campaign #cari_AMAN ke masyarakat luas, khususnya Balikpapan” Ujar Daniel Natanael Toghas selaku PIC Community Astra Motor Kaltim 1.*)

KabarIkn.com,Balikpapan – Mengikuti perkembangan zaman, tentunya Astra Motor Kaltim 1 tidak diam dalam memberikan inovasi pelayananya. Pada kesempatan kali ini para konsumen setia motor Honda dimanjakan dengan adanya aplikasi yang memberikan kemudahan konsumen terhadap pelayanan after sales.

Aplikasi motorku X didedikasikan untuk konsumen setia motor Honda dapat diunduh di playstore maupun apple store yang tersedia di handphone konsumen. Untuk cara booking lewat aplikasi motorku X sangat mudah, pertama buka aplikasi motorku X klik tombol service, kedua pilih motor yang akan diservice lalu tulis kilometer motor kamu, ketiga pilih lokasi AHASS terdekat, keempat atur jadawal dan tempat service dan yang terakhir tulis keluhan motor kamu kemudian konfirmasi pesanan.

Melihat hal tersebut, pentingnya melakukan pengecekan motor secara berkala perlu dilakukan untuk seluruh pengendara yang menggunakan kendaraan bermotor. AHASS selaku bengkel resmi Honda selalu memberikan pelayanan yang unggul dan terpercaya kepada setiap pelanggan.

Tidak hanya itu, guna dari servis itu sendiri seperti menjaga performa motor agar tetap terjaga dan memberikan kenyamanan terhadap pengendara motor. Dimana saat motor dalam keadaan baik akan menunjang keselamatan pengguna motor saat berkendara. Di kesempatan kali ini aplikasi motorku X juga memberikan keuntungan yaitu tidak perlu antri, dapat diskon servis 20%, 25% diskon untuk paket injectoor cleaner dan dapat di reschedule. 

“Permintaan booking servis via motorku X selama pandemi memang menjadi primadona atau bisa dikatakan meningkat, hal tersebut bisa dilihat peningkatan yang dicapai hingga 283% jika dibandingkan Q2, walaupun servis kunjung masih tetap berjalan” Ujar Dicky Maulana Akbar selaku Manager Technical Service Department Astra Motor Kaltim 1.

Corporate Communications,

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Lana Senja Indah

+62 8115900998

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

KabarIkn.com,Balikpapan - Situasi global mempengaruhi berbagai sendi perekonomian dan usaha, begitu pula industri migas terutama wilayah hulu. Ditengah pandemi Covid-19, tak bisa dipungkiri menjadi hambatan tersendiri bagi industri yang tak boleh berhenti ini. Dampak bagi hulu migas tak bisa dihindari antara lain dari kendala transportasi material yang lebih lama, mobilisasi pekerja kelokasi lebih sulit karena perijinan dan waktu karantina, keterbatasan personil yang hanya diperbolehkan berada di lokasi proyek dan produkstivitas tenaga kerja menurn.

Hal tersebut diungkapkan Senior Manager Humas SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) Sebastian Julius, bahwa pandemi covid-19 memang mempengaruhi operasional perusahaan migas. Namun disisi lain, kegiatan hulu migas harus terus berjalan tak boleh berhenti. Usaha maksimal tetap dilakukan sehingga produksi migas di wilayah kerja SKK MIgas- KKKS Wilayah Kalsul hingga September 2020 mampu melampaui target mendekati akhir tahun. 

“Untuk minyak dan kondensat wilayah Kalsul dari Januari sampai dengan September 2020 berada pada posisi 83.574 Barrel oil per day. Angka ini menjangkau 106 persen dari target APBN Revisi tahun 2020 sebesar 75.000. barel oil per day”ujarnya. Menjadikan produksi minyak di wilayah kerja SKK Migas- KKKS Kalsul menyumbang 12 persen dari produksi secara nasional.

Prusahaan Migas yang menyumbang produksi minyak terbesar adalah Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebesar 29.361 barrel oil per day. Disusul terbanyak kedua Pertamina EP Asset 5 sebesar 18.955 barrel oil per day dan Pertamina Hulu Sanga- Sanga (PHSS) sebesar 12.515 barrel oil per day. Produksi minyak di wilayah kerja SKK Migas- KKKS Kalsul menyumbang 12 persen dari produksi secara nasional.

Sedangkan realisasi produksi gas bumi di Kalsul paparnya, pada Januari hingga September 2020 adalah sebesar 1.699 MMSCFD. Pencapaian ini, kata Sebastian, telah melampaui target produksi akhir tahun atau sebesar 106,4 persen. Secara nasional kontribusi Kalsul terhadap lifting gas 31 persen. Produksi terbesar masih dipegang oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yaitu 558 MMSCFD, menyusul kemudian KKS ENI sebesar 454 MMSCFD dan terbesar ketiga adalah KKKS Job Tomori sebesar 316 MMSCFD

“Kontribusi Kalsul masih signifikan untuk produksi nasional”tegas Sebastian.

Masih menurut Sebastian, turunnya harga minyak dunia, juga telah mempengaruhi penundaan program kerja perusahaan – perusahaan migas, beberapa kegiatan yang akan dilakukan tahun ini, akan di reschedule tahun depan. Untuk wilayah Kalsul masih mengandalkan sumur-sumur existing yang ada. Industri migas ini harus terus berproduksi, berharap pandemi ini segera berlalu dan harga minyak naik Kembali.(ikn-01)

KabarIkn.com,Balikpapan - Lonjakan pertumbuhan populasi di Indonesia kedepan akan menimbulkan beragam permasalahan nasional. Salah satunya konsumsi energi a diprediksi melonjak dan melebihi rata-rata secara global. Pada 2030, konsumsi energi di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,3 juta barel minyak per hari (bopd). Peningkatan konsumsi energi nasional didorong oleh pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi nasional, dan peningkatan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, pada 2020, Bank Dunia telah menetapkan Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas (middle upper income). 

Guna menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Lewat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), pemerintah telah menetapkan target produksi minyak 1 juta bopd pada 2030 mendatang. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyadari banyak tantangan untuk merealisasikan target ambisius tersebut. Mulai dari investasi besar, regulasi tumpang tindih, stagnasi lifting migas sepanjang satu dekade terakhir, hingga pandemi Covid-19 yang memengaruhi produksi migas dan harga minyak dunia.

Ia pun mengajak jajaran lembaganya untuk bertransformasi agar mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Dwi lantas membangun istilah “musuh bersama”, yaitu visi jangka panjang SKK Migas mencapai target 1 juta bopd, agar lembaga yang dipimpinnya semakin terpacu untuk mewujudkannya. 

“Semua orang harus sudah fokus untuk merealisasikannya. Harus ada detail program dan strateginya apa saja,” katanya seperti dikutip dari buletin bulanan Bumi, Juli 2020. 

Namun hal itu belumlah cukup, SKK Migas juga mengharapkan dukungan dan sinergi dari pemangku kepentingan atau stakeholder, terutama terkait konsistensi kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Visi SKK Migas ini harapnya menjadi visi nasional yang dapat didukung oleh seluruh pihak, sehingga mimpi produksi 1 juta barel minyak di tahun 2030 dapat tercapai. 

Visi jangka panjang SKK Migas untuk memproduksi minyak 1 juta bopd pada 2030 memang terkesan ambisius. Namun, SKK Migas punya keyakinan mampu mencapai target tersebut. Pasalnya, dalam perhitungan SKK Migas, Indonesia memiliki potensi cadangan minyak sebesar 783 billions of barrels of oil equivalent (Bboe). 

Selain itu, Indonesia juga mempunyai 128 cekungan yang menyimpan kandungan minyak. Dari total cekungan tersebut, sekitar 50 cekungan telah digarap dan 20 di antaranya mampu menghasilkan produksi migas. Pada 2020, Indonesia mendapatkan skor indeks kemudahan berbisnis sebesar 69,6. Jumlah ini meningkat dari raihan 2019 yang sebesar 68,2. Hal tersebut dapat menjadi daya tawar untuk menarik para investor agar mau membenamkan modal di sektor hulu migas. Berdasarkan peluang-peluang yang ada, SKK Migas pun telah menyiapkan sederet strategi demi memuluskan jalan ke pencapaian target 1 juta bpod pada 2030. 

Selanjutnya untuk menjamin pencapaian target produksi sesuai yang telah direncanakan yaitu produksi minyak sebesar 1 (satu) juta BOPD dan gas sebesar 12.000 MMSCFD dapat dicapai pada tahun 2030, SKK Migas menetapkan 4 (empat) strategi pencapaian yaitu:

1) Mempertahankan tingkat produksi existing yang tinggi

2) Transformasi sumberdaya ke produksi

3) Mempercepat Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR)

4) Melakukan eksplorasi untuk penemuan besar

Guna mendukung visi memproduksi minyak 1 juta bopd pada 2030 , sejauh ini perkembangan Migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi terus bergeliat. Ditengah Pandemi Covid-19 dan turunnya harga minyak memang tak dipungkiri ini telah memukul strategi rencana ekplorasi dan eksploitasi sumur-sumur migas.

Namun diakui Kepala SKK Migas Kalsul, Syaudin, capaian lifting di Kalsul masih sangat baik yaitu lifting Minyak Mentah+Kondensat (MMK) sebesar 104,8% dan lifting/salur gas sebesar 106,4%.Kontribusi lifting di Kalsul terhadap lifting Nasional juga masih cukup besar yaitu untuk lifting MMK berkontribusi sebesar 12%, sedangkan lifting /salur gas berkontribusi sebesar 31%.

Lanjut Syaifudin usaha mencapai target yang ditetapkan membutuhkan kerjasama dan dukungan dari seluruh stakeholders mengingat banyak kegiatan yang harus dilakukan bukan berada pada ranah kewenangan SKK Migas. 

“Kerjasama yang dibutuhkan antara lain untuk menambah Wilayah Kerja migas baru dan menciptakan iklim investasi hulu migas yang lebih kondusif sehingga mampu menarik minat investor untuk menjadikan Indonesia negara tujuan investasi atau mendorong minat investor untuk merealisasikan kegiatannya”tandas Syaifudin.

Mencermati hal tersebut, kiranya capaian 1 juta barel tahun 2030 bukan isapan jempol untuk diraih SKK Migas bersama mitra-mitranya yakni KKKS. Tentunya asa target ini perlu dukungan semua pihak, baik pemerintah melalui regulasinya dan masyarakat luas dengan pemahaman yang tepat, bahwa hulu migas adalah kegiatan pemerintah Indonesia.(ikn-01)