
Kabarikn.com,Toraja Utara-Mendudukkan Jenazah adalah acara ritus Rambu Solo' untuk Jenazah para murni bangsawan dimana ini menandakan Jenazah akan di upacarakan secara besar yaitu paling standar Sapurandanan. Namun kebanyakan yang mendudukkan memilih tingkat upacara Sarrin Bone Bone hingga tingkatan keatasnya dimana tingkatan tingkatan tersebut lebih tinggi dari Sapurandanan.
Jadi Mendudukkan Jenazah mengartikan akan "Sundun Alukna" atau ritus ritus upacaranya lengkap.
Namun akan ada beberapa tradisi dan ritual yang mungkin tidak dilakukan lagi contoh salah satunya ritual Aluk Pia karena saat ini masyarakat Toraja dominan beragama Kristen alias tidak di kepercayaan Parandangan Ada' lagi atau kepercayaan Alukta/Aluk to Dolo. Dengan seperti itu maka beberpa ritual Parandangan Ada' tidak terpakai lagi sesuai kepercayaan yang dianut oleh yang wafat semasa hidupnya.
Almarhum sendiri adalah Marthen Tonapa Parrangan, salah satu putera Toraja terbaik yang selalu tegas untuk kebaikan dalam kepemerintahan bagian Toraja Utara dan juga pastinya pahlawan bagi keluarga besarnya.
Sebelum meninggal, beliau sudah menyiapkan untuk kelengkapan upacaranya seperti patung Jenazah dari batu hitam yang di pahat dan peti yang dipesan menyerupai peti Erong serta Almarhum sudah memesan agar tidak disuntik formalin. Beliau meminta dipakaikan ramuan yang bukan obat formalin. Semua ini dipersiapkan oleh Almarhum karena Almarhum tidak ingin terlalu merepotkan anak dan isterinya jikalau Beliau telah tiba wafat.
Dari penjelasan anak beliau, Alan Tonapa, patung Jenazah sudah jadi ±90% sebelum Almarhum meninggal.(***)
Lokasi :Lempo Batusangbua - Toraja Utara.
Sumber , toraja.id