
KabarIkn.com, Balikpapan - Diketahui ada beberapa relawan dari " Kotak Kosong " yang menilai gerakan dari mereka untuk menyelamatkan demokrasi.
Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing menyampaikan dalam gerakan tersebut bisa saja mereka menyatakan itu adalah gerakan untuk menyelamatkan demokrasi dari segi perspektif mereka.
Emrus berpendapat seharusnya jika mereka ingin lebih Demokratis kenapa para relawan tersebut tidak mendukung calon Independen. Kalau dibayangkan, jika para relawan tersebut bergerak dalam gerakan Kotak Kosong dan menang maka PJ nya dari Gubernur.
" Oleh karena itu bukan kita memenangkan calon tunggal, tetapi kritiklah gagasan, ide maupun programnya sampai pada level operasional dan terukur Sehingga rakyat nantinya dapat menjadi cerdas maka biarkan masyarakat yang memilih. Berikan masyarakat tersebut kemerdekaan dan jangan giring masyarakat untuk memilih yang tertentu, " ujarnya.
Para Relawan tersebut pastinya mempunyai dana dan harusnya dapat melahirkan pemimpin. Emrus menyampaikan bahwa partai di daerah tersebut telah gagal untuk melahirkan calon pemimpin alternatif.
Kalau di suatu daerah ada satu paslon maupun dua paslon dapat dikatakan bahwa itu lebih Demokratis dibandingkan dengan Kotak Kosong. Dikatakan lebih demokratis karena Satu Paslon atau lebih mereka juga mempunyai program.
Jika ada alasan seperti di Balikpapan bahwa paslon tersebut terlalu kuat elektabilitasnya dan popularitasnya sehingga partai-partai yang bergabung juga ingin menang sehingga terjadi satu calon, maka partai politik tersebut adalah Partai Politik yang mengedepankan menang - kalah dalam pilkada.
Hal tersebut dapat diartikan jika kalah maka mereka tidak mencalonkan, padahal di Pilkada sendiri yang paling utama adalah Pendidikan Politik, Pendidikan Demokrasi dan sekaligus jika mereka mencalonkan sekarang lalu kalah mereka dapat memperbaiki untuk 5 tahun kedepan.
" Politik itu tidak memotret pada saat menang atau kalahnya pada saat Pilkada, tetapi lihat pada jangka panjang. Jadi, jika paslon tersebut kalah maka harus tetap dicalonkan," tungkasnya.
Adapun untungnya dari partai tersebut adalah mereka sudah memiliki Figur yang akan dibawa untuk 5tahun kedepan dan ketika figur tersebut kalah dalam Pilkada apakah ia bisa memerankan " Kepala Daerah Bayangan ".
Kepala Daerah Bayangan yaitu bisa memberikan kritik yang tajam dan masukan perbaikan yang berkuasa pada 5 tahun kedepan. Ini juga ditujukan untuk Rakyat, sehingga Rakyat dapat melihat bagusnya pemimpin tersebut. ( ikn-01 )