
Foto : Kegiatan Seminar Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada 2020 Menuju Pemilu Serentak Yang Digelar Oleh KPU di Hotel Platinum Balikpapan
KabarIkn.com,Balikpapan - Sabtu ( 29/05/2021 ) , KPU Kota Balikpapan menggelar Seminar Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada 2020 Menuju Pemilu Serentak 2024. Kegiatan seminar tersebut dilaksanakan di Hotel Platinum , Balikpapan.
Pada akhir tahapan KPU diminta untuk membuat pertanggung jawaban tahapan. Pertanggung jawaban tahapan tersebut dibuat dengan profesional , dengan menyajikan data - data yang akurat dan penuh dengan integritas.
Ketua KPU Kota Balikpapan , Noor Thoha.SH menyampaikan seminar tersebut terkait beberapa hal yang oleh KPU harus dijawabkan secara ilmiah. Maka dari itu sebelumnya KPU telah melaksanakan riset yang pertama mengenai daftar pemilih tambahan yang begitu banyak , seperti banyak orang - orang yang tidak masuk pemilih tetapi menggunakan hak pilihnya dan itu dilakukan penelitian oleh KPU.

Foto : Ketua KPU Kota Balikpapan , Noor Thoha.SH
Lalu , terkait partisipasi masyarakat yang merendah juga disajikan berdasarkan penelitian. Kemudian , terkait dengan pasangan calon tunggal.
" Selama ini orang berspekulasi bahwa kehadiran calon tunggal itu dikarenakan kekuatan kapitalisme , karena ada konspirasi antara KPU dengan Parpol dan lainnya . Hal itu juga kami jawab berdasarkan riset ," Kata Ketua KPU Kota Balikapan , Noor Thoha.SH .
Dari hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi perbaikan untuk pemilu serentak tahun 2024.
" Jadi memang kita mengakui bahwa ada kekurangan dan kelemahan. tetapi , kelemahan dan kekurangan tersebut menjadikan bahan kita untuk melakukan perbaikan - perbaikan di Pemilu Serentak tahun 2024," ujarnya.
Kemudian , pada hari Senin, 31 Mei 2021 besok akan dilaksanakan pelantikan Wali Kota Balikpapan yaitu Rahmad Mas'ud.
Terkait hal tersebut , Ketua KPU Kota Balikpapan menjelaskan bahwa pelantikan itu merupakan bagian dari mekanisme tahapan dimana seorang Kepala Daerah setelah ditetapkan oleh KPU sebagai calon terpilih maka memang seyogya nya harus dilakukan pelantikan.
" Tetapi sayang sekali dalam pelantikan kali ini kami dari KPU Balikpapan tidak diundang untuk menghadiri pelantikan wali kota tersebut tanpa alasan yang jelas. Saya hanya memberi saran agar KPU dapat diundang dalam menyaksikan pelantikan," pungkasnya. ( tri )