
KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan. Salah satu langkah yang dinilai krusial adalah memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih optimal dalam memberikan kontribusi terhadap keuangan daerah.
Pada tahun 2026, PAD Balikpapan diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Namun, hingga saat ini, sumber pendapatan masih didominasi dari pajak daerah dan retribusi, sementara kontribusi dari pengelolaan aset daerah, termasuk BUMD, dinilai belum maksimal.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembenahan dalam pengelolaan BUMD. Ia menegaskan bahwa perusahaan daerah seharusnya mampu menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah jika dikelola secara profesional.
“BUMD memiliki potensi besar. Jika dikelola dengan baik, kontribusinya terhadap PAD bisa meningkat signifikan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Menurut Japar, selama ini pengelolaan BUMD masih belum sepenuhnya mengedepankan orientasi bisnis. Padahal, sebagai entitas usaha, BUMD dituntut untuk mampu menghasilkan keuntungan yang berdampak langsung bagi daerah.
Ia mencontohkan Perusahaan Daerah Manuntung Sukses sebagai salah satu BUMD yang perlu didorong untuk lebih kompetitif dan profesional dalam menjalankan usahanya.
“Perumda Manuntung Sukses harus memiliki arah bisnis yang jelas dan berorientasi pada profit, bukan sekadar berjalan secara administratif,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai tantangan utama terletak pada kualitas manajemen dan sumber daya manusia yang mengelola BUMD. Diperlukan figur-figur yang memiliki pemahaman bisnis agar perusahaan daerah dapat berkembang dan menghasilkan laba.
“Semua daerah punya BUMD, tapi keberhasilannya tergantung pada siapa yang mengelola dan bagaimana strategi bisnisnya dijalankan,” jelasnya.
Melalui Komisi II, DPRD Balikpapan terus mendorong peningkatan kinerja BUMD dengan membuka ruang komunikasi dan evaluasi. Salah satunya dengan mengarahkan perusahaan daerah untuk fokus pada sektor usaha yang memiliki potensi keuntungan.
Ke depan, DPRD berharap BUMD tidak hanya menjadi pelengkap struktur pemerintahan, melainkan benar-benar berperan sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus penyumbang signifikan terhadap PAD.
“Kita ingin sektor-sektor yang potensial bisa dimaksimalkan, sehingga PAD Balikpapan dapat terus meningkat,” pungkasnya. (t/adv)