
KabarIkn.com,Balikpapan — Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, menyampaikan pandangannya terkait wacana pembelajaran daring (online) yang dinilai masih memiliki banyak kendala di lapangan.
Secara pribadi, ia mengaku belum dapat merekomendasikan penerapan pembelajaran jarak jauh secara penuh. Menurutnya, sistem belajar daring memiliki berbagai dampak, terutama dalam hal pengawasan terhadap aktivitas siswa.
“Kalau belajar online itu banyak celahnya. Saat istirahat, kita tidak tahu anak-anak membuka apa di ponsel mereka. Pemantauannya juga sulit,” ujarnya, Selasa (31/03/2026)
Iim menegaskan bahwa dirinya lebih mendukung kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka di sekolah. Ia menilai metode tersebut lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring.
“Saya lebih setuju anak-anak tetap hadir ke sekolah. Pembelajaran langsung itu lebih efektif,” katanya.
Ia juga menyoroti alasan efisiensi, seperti penghematan bahan bakar (BBM), yang kerap menjadi dasar wacana pembelajaran dari rumah. Namun, menurutnya, hal tersebut perlu dikaji lebih mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Selain itu, ia menyinggung potensi kendala lain, seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis). Jika siswa belajar dari rumah, maka mekanisme penyaluran program tersebut dinilai akan menjadi lebih rumit.
“Kalau belajar di rumah, lalu MBG-nya bagaimana? Apakah harus diantar? Itu juga membutuhkan energi dan biaya,” jelasnya.
Iim menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi di tingkat komisi terkait kebijakan tersebut, dan wacana masih berada di tingkat pusat.
Ia berharap kebijakan yang diambil nantinya tetap mempertimbangkan efektivitas pembelajaran serta kemudahan bagi siswa dan orang tua.
“Pada prinsipnya, saya tetap merekomendasikan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah,” pungkasnya. (t/adv)