
KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib, menyoroti persoalan pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Manuntung (PDAM) yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah kota.
“PDAM hari ini sudah jadi momok, karena kebutuhan dasar masyarakat adalah air bersih. Pemerintah kota seharusnya punya program jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasinya,” ujar Najib, Senin (27/10).
Ia menjelaskan, untuk jangka pendek, pemerintah bisa memanfaatkan potensi sumur bor di beberapa wilayah yang masih kekurangan pasokan air. Kemudian, pada jangka menengah, perlu dilakukan perbaikan dan penambahan jaringan pipa induk agar layanan air bersih bisa menjangkau lebih banyak wilayah, terutama di kawasan tengah kota.
“Sementara untuk jangka panjang, pemerintah kota harus fokus mencari dan memastikan ketersediaan sumber air baku. Karena selama sumber air baku belum tercukupi, permasalahan ini akan terus berulang,” tegasnya.
Najib juga menyoroti perbandingan antara pembangunan yang dilakukan pemerintah dan pihak swasta. Ia mencontohkan kawasan Grand City yang mampu menyediakan air bersih karena dikelola investor.
“Kenapa pemerintah kota kalah sama investor? Di kawasan swasta bisa, tapi di lingkungan kampung di tengah kota justru masih kesulitan air bersih,” ujarnya.
Selain itu, Najib menilai kualitas air PDAM saat ini masih perlu perbaikan. “Kalau dilihat dari hasil yang ada, airnya masih kotor. Masyarakat tahu, tapi mereka tidak banyak mempermasalahkan karena sudah berusaha menyaring sendiri. Padahal kebutuhan dasarnya tetap air bersih,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah kota segera mengambil langkah nyata untuk memperluas cakupan layanan air bersih, termasuk melalui pengadaan sumur bor di wilayah padat penduduk dan peningkatan kapasitas sumber air baku kota. (bs/adv)