[Valid RSS]

Dialog Warga Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Wahyullah Bandung Fokus Kembangkan Ekonomi dari Pengelolaan Sampah

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, menggelar dialog warga di RT 49 Kelurahan Sepinggan Baru, pada Jumat (24/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Sepinggan Baru, tokoh masyarakat, serta para penggerak lingkungan dan bank sampah. Dalam pertemuan ini, Wahyullah menegaskan fokus kerjanya tahun ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.

Wahyullah mengatakan, isu persampahan menjadi perhatian utamanya karena sektor ini tidak hanya terkait dengan kebersihan kota, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

 “Saya fokus ke kegiatan yang bisa memutar ekonomi. Sampah ini kalau dikelola dengan baik bisa menghasilkan nilai tambah bagi warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam dua hari terakhir dirinya bersama tim telah mengunjungi beberapa bank sampah di Balikpapan untuk mengetahui kelemahan dan tantangan yang dihadapi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut penggiat lingkungan nasional, Saharudin, yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam pengelolaan sampah di Indonesia.

 “Kami ingin tahu persoalan di hulu dan hilir bank sampah. Apa yang membuat mereka belum optimal. Karena itu kami undang narasumber yang berpengalaman untuk memberikan solusi nyata,” tambah Wahyullah.

jalan umum (PJU), Wahyullah meminta agar masyarakat menyampaikan keluhan melalui RT dan Lurah agar dapat dimasukkan ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Ia menjelaskan, usulan anggota DPRD dalam bentuk pokok pikiran (pokir) jumlahnya terbatas setiap tahun.

“Satu anggota DPRD bisa membawa 20 usulan, tapi yang bisa terealisasi paling tiga. Jadi kita harus fokus pada program yang manfaatnya luas dan bisa memutar ekonomi,” jelasnya.

Selain membahas persoalan lingkungan, Wahyullah juga memaparkan sejumlah program yang dijalankan melalui Yayasan Rumah Sahabat, lembaga sosial yang ia dirikan. Program tersebut meliputi pendampingan UMKM, bantuan duka cita bagi relawan, serta bantuan pengurusan dokumen PBG dan SLF bagi warga berpenghasilan rendah.

“Kalau rumahnya tipe 70 ke bawah, pengurusan PBG dan SLF gratis. Sudah banyak warga yang terbantu lewat program ini,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.

Wahyullah berharap, kegiatan dialog warga seperti ini dapat menjadi wadah komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat, agar setiap aspirasi bisa segera ditindaklanjuti dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

“Saya ingin setiap program yang kita buat, sekecil apa pun, benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” pungkasnya. (t/adv)