[Valid RSS]

Konpiwil IPM Kaltim Gelar Talkshow di Paser

Photo : Acara Konpiwil IPM Kaltim Talkshow "Pelajar Melek Literasi Dalam Menyongsong Industri 5.0"

Kabarikn.com,Tana Paser - Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) 2022 Tanah Grogot menggelar Talkshow dalam rangka Konpiwil (Konferensi Pimpinan Wilayah) IPM Kaltim 2022 dengan mengusung tema "Gerakan Keilmuan Menuju Pelajar Berkarya dan Berdaya".

Bersama para public speaker inspiratif yaitu Hj. Ina Rosana dari DKISP ( Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian) dan pegiat literasi paser Dodi Wahyudi serta para pelajar Muhammadiyah di Lingkungan Kabupaten Paser, Talkshow berlangsung menarik dengan tema diskusi "Pelajar Melek Literasi Dalam Menyongsong Industri 5.0.

"Saat ini di era serba digital, kita dituntut untuk bisa menyelesuaikan apa yang namanya digital," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Paser, Hj. Ina Rosana yang menjadi salah satu public speaker dalam talkshow ini.

Dilansir dari kompas.com, Indonesia diperkirakan akan memasuki era society 5.0 pada tahun 2045. Sedangkan, di Jepang telah memasuki era society 5.0 pada tahun 2019. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Indonesia agak terlambat dalam memasuki era tersebut. Salah satu faktornya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). 

'Kita generasi muda harus bisa menyesuaikan, kalo tidak kita Akan tertinggal dengan kemajuan zaman dan teknologi, Kami dari Kominfostaper berupaya untuk terus bagaimana di era digital ini, anak-anak melek dengan yanag namanya digital," tuturnya.

Saat ini di Kabupaten Paser sudah memasuki kota smart city (kota cerdas). Seluruh OPD telah memiliki web berbasis paser.go.id.

"Diantara 300 lebih kabupaten se Indonesia, kabupaten Paser sudah menjadi kota yang smart city, di perkantoran pelayanan sudah memasuki digitalisasi," 

Dalam sesi akhir diskusi, Ina berpesan agar para generasi muda untuk selalu memanfaatkan teknologi dan menyerap informasi yang saat ini seolah berada digenggaman tangan serta dapat membentengi diri dari informasi yang tidak benar/hoax (konten negatif).

"Mari anak-anak sebagai generasi muda, sebagai harapan orang tua, bangsa, dan negara untuk berbuat yang positif dengan menggunakan teknologi informasi secara cerdas dan bijak," tutup Ina.

Kemudian ditempat yang sama Ketua Bidang PIP PW IPM Kaltim Rahmad Ramadani mengatakan bahwa saat ini kegiatan literasi sangat minim didapatkan.

"Padahal literasi menjadi anak panah sehingga penting untuk menjadi metode dalam menyongsong era society 5.0," kata Rahmad Ramadani.

Kemudian dia juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi saat ini yang tidak hanya menjadi media membaca dan menulis saja tapi bagaimana caranya agar literasi tersebut meningkatkan sumberdaya manusia khususnya pelajar.

"Intinya kegiatan ini untuk meningkatkan literasi dan jangan biarkan pelajar terbelakang dengan literasi,"pungkasnya.(ar)