
KabarIkn.com,Samarinda — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, H. Muhammad Faisal, menerima kunjungan finalis Puteri Kebudayaan Cilik Kalimantan Timur Tahun 2025 di ruang kerjanya, Senin (16/6/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus persiapan menuju ajang nasional Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2025 yang akan digelar di Yogyakarta.
Grand final kompetisi ini akan berlangsung pada 27 Juni 2025 di The Malioboro Hotel Yogyakarta, sementara seluruh rangkaian kegiatan dimulai sejak 25 hingga 28 Juni 2025. Masa voting publik yang turut menentukan pemenang favorit akan ditutup pada 22 Juni 2025.
Dua perwakilan dari Kalimantan Timur, yakni Dyandra Anggianesya (kategori B) dan Ratu Khanza Reisya Kimora (kategori A), akan mewakili daerah sebagai duta kebudayaan cilik yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal di kancah nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Faisal menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap para finalis. Ia juga memberikan arahan seputar pentingnya keterampilan komunikasi dalam ajang seperti ini, termasuk bahasa tubuh, kontak mata, dan penguasaan intonasi.

"Saya mendukung penuh Dyandra dan Ratu dalam Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2025. Masyarakat Kaltim tentunya turut mendoakan keberhasilan mereka, semoga bisa mengharumkan nama daerah," ujar Faisal.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Faira Nur Felisha, siswi SD Muhammadiyah Tenggarong yang tahun lalu berhasil meraih gelar Grand Winner Putri Kebudayaan Cilik Indonesia 2024. Kehadirannya menjadi motivasi tersendiri bagi finalis tahun ini.
Faisal juga menyatakan rasa bangganya terhadap semangat generasi muda Kaltim yang aktif melestarikan budaya daerah.
“Anak-anak ini bukan hanya tampil cantik dan cerdas, tapi juga menunjukkan kepedulian terhadap budaya. Ini modal penting untuk membentuk karakter generasi yang cinta tanah air,” tutupnya.
Ajang Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2025 diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sejak dini, serta memperkuat identitas kebangsaan generasi muda Indonesia. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)