
Kabarikn.com,Balikpapan - KENORMALAN baru atau new normal sama sekali belum menjadi kemenangan melawan korona. Seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo, new normal ialah upaya produktif, tetapi tetap aman dari covid-19.
Kita mafhum jika rencana pemberlakuan new normal merupakan upaya untuk menyelamatkan perekonomian. Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan, hingga pertengahan Mei, sudah 7 juta pekerja di-PHK. Karena itu, pemberlakuan new normal menjadi harapan meredakan badai, sementara riset tentang obat dan vaksi terus berjalan.
Indonesia pun tidak sendiri dalam menuju new normal. Beberapa negara Eropa dan juga beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah lebih dulu menjalankan new normal , sedangkan Inggris sebentar lagi juga akan menyusul.
Meski begitu, harus diakui bahwa pemerintah memasuki perang itu dengan kondisi yang berbeda bila dibandingkan dengan Inggris dan Amerika Serikat.
Seperti dengan mudah dilihat di kurva worldometers, grafik kasus baru di Tanah Air belumlah seperti di kedua negara itu yang cenderung melandai. Kurva kasus di Indonesia masih naik-turun dengan penambahan 415 kasus kemarin.
Jika pemerintah menerapkan new normal dalam waktu dekat, yakni saat kurva belum jelas melandai, pertaruhan kita dalam babak baru perang melawan korona ini sesungguhnya amat besar. Pertaruhan ini kita gantungkan pada kedisiplinan orang per orang.
Kemarin Presiden meninjau kesiapan new normal dengan mengunjungi stasiun MRT Bundaran HI dan Summarecon Mall, Bekasi, Jawa Barat.
Bekasi dikatakan akan menjadi percontohan karena kurva R0 (R naught) sudah di bawah 1. Ini mengartikan angka reproduksi kasus dari seorang penderita.
Selain di Bekasi, Presiden mengisyaratkan sejumlah provinsi lain dengan kurva R0 di bawah 1 juga akan menerapkan new normal pada tahap awal ini.