[Valid RSS]

Andi Sri Juliarty : Kasus DBD di Kalimantan Timur Mulai Meningkat , Masyarakat Diharap Tetap Waspada

KabarIkn.com,Balikpapan - Saat ini kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD ) mengalami peningkatan yang sangat signifikan di Kalimantan Timur tetapi belum mencapai status Kejadian Luar Biasa ( KLB ).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan , Dr. Andi Sri juliarty menyampaikan namun demikian saat ini berada dalam status kewaspadaan sehingga semua Kabupaten/Kota diminta untuk waspada terhadap peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD ).

" Di Kota Balikpapan sendiri juga terjadi peningkatan kasus DBD. Hal ini dapat dilihat dari penuhnya IGD rumah sakit di Balikpapan,"ujar Kadinkes Kota Balikpapan Dr. Andi Sri Juliarty kepada awak media , Senin ( 26/09/2022).

Pada rapat pimpinan coffe morning di Kantor Pemkot Balikpapan , Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud telah menyampaikan kepada seluruh camat maupun lurah dan unsur pendidikan di sekolah - sekolah agar melakukan kerja bhakti massal serta pemberantasan sarang nyamuk.

Kasus DBD sampai hari ini berjumlah 1.033 kasus dan ada 3 kasus meninggal dunia , terakhir pada Jum'at lalu yaitu anak umur 3 tahun.

Ia menghimbau agar para orangtua tetap waspada , terutama pada anak - anak yang demam. Jika anak demam segera dibawa ke puskesmas terdekat , karena DBD cepat membuat anak menjadi lemas.

" Gejala dari DBD ini memang mirip dengan Covid seperti gejala demam , karena itu harus segera diberikan tindak lanjut. Jika demam jangan membeli obat saja tetapi harus segera pergi ke puskesmas terdekat," imbuhnya.

Kadinkes Kota Balikpapan , Dr. Andi Sri Juliarty menambahkan bahwa untuk penyemprotan atau fogging itu merupakan langkah terakhir. Jadi , jika ditemukan kasus positif DBD maka akan dilakukan fogging dan dilakukan terlebih dahulu penyelidikan Epidemiologi oleh puskesmas ke wilayah tempat tinggalnya.

" Nanti tim puskesmas bersama kader akan memeriksa jentik - jentik dirumah pasien dan 100 meter di lingkungannya. Jika tidak ditemukan jentik berarti bukan dari situ penularannya jadi tidak dilakukan fogging," pungkasnya. ( tri )