[Valid RSS]

Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT ) Beri 4 Rekomendasi Antisipasi Kecelakaan Truk Angkutan Barang di Kota Balikpapan

KabarIkn.com,Balikpapan - Kamis ( 23/06/2022) , Pemerintah Kota Balikpapan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi menggelar press rilis terkait Hasil Investigasi Kecelakaan Tabrakan Beruntun Truk Tronton di Simpang Rapak Balikpapan , Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan ini , KNKT mengungkap kecelakaan truk yang terjadi pada tanggal 21 Januari 2022 lalu yang dialami oleh satu unit mobil truk dengan nomor polisi KT 8354 AJ yang terjadi di jalan menurun Simpang Muara Rapak.

Menanggapi hal tersebut , Pj Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Muhaimin menyampaikan Pemerintah Kota Balikpapan merespon kejadian ini , dengan surat edaran wali kota yang pada intinya Pemerintah telah menetapkan waktu operasional kendaraan angkutan barang.

" Namun tentu dengan adanya kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat oleh seluruh instansi terkait agar ada solusi yang lebih efektif untuk jangka panjang,"ujarnya.

Simpang Muara Rapak sendiri merupakan titik strategis bagi warga Kota Balikpapan. Dimana dititik keperluan dari 5 jalur yang mengarah ke jalan utama di Kota Balikpapan yang biasanya memang sudah ramai sejak pagi hari.

Pentingnya simpang Muara Rapak ini bagi warga Kota Balikpapan maka perlu dilakukan pembinaan agar aktifitas lalu lintas bisa berkeselamatan dan menjadikan Kota Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni.

Sementara itu , PLT Ketua Sub Komite LLAJ KNKT Ahmad Wildan menyampaikan faktor dari penyebab kecelakaan di Simpang Muara Rapak. Saat dilakukan investigasi lebih lanjut ternyata sudah jelas bahwa disana terdapat kondisi sub standar pada jalan dan pengemudi gagal untuk mengantisipasi kondisi sub jalan tersebut.

Ternyata kondisi jalan sub standar banyak terdapat di Kota Balikpapan. Jadi , KNKT harus membuat rekomendasi bagaimana agar kecelakaan tersebut tidak terjadi lagi di Kota Balikpapan.

" Ini sudah kita kendalikan penyebabnya dengan kita akan membuat edukasi ke para pengemudi dan sebagainya. Kita harapkan hal - hal ini dapat mengurangi resiko fatalitas kecelakaan dan juga dapat dihindari," kata PLT Ketua Sub Komite LLAJ KNKT Ahmad Wildan kepada awak media.

Adapun 4 poin rekomendasi dari KNKT yang harus dilakukan , pertama lalu lintas harus dipisahkan karena fatalitas ketika kecelakaan itu tinggi adalah saat lalu lintas itu tercampur. Di Kota Balikpapan sendiri 80% adalah daerah perbukitan , resiko kecelakaan angkutan barang itu menjadi tinggi.

Oleh sebab itu akan dipisahkan , kendaraan barang hanya dapat beroperasi pada saat kondisi low traffic atau sepi lalu lintas. Kedua , harus memberikan edukasi kepada para pengemudi terutama pada sistem rem.

Ketiga , ketika mengatur kendaraan barang tidak boleh masuk maka harus disediakan fasilitas atau membuat tempat penampungan sementara untuk barang sebelum masuk ke Balikpapan. Lalu keempat , diharapkan kepada Kementrian Perhubungan dapat menerapkan kegiatan Self Explaining Road dan Forgiving Road.

Ahmad Wildan menambahkan dalam kejadian kecelakaan ini pengemudi diketahui tidak menerapkan prosedur mengemudi yang seharusnya di lakukan.

" Sekarang teknologi otomotif apapun merk nya ketika menghadapi jalan menurun panjang maka dia tidak boleh menggunakan gigi tinggi dan harus menggunakan gigi rendah untuk mendapat torsi maksimal. Dengan demikian saat turun dia tidak perlu melakukan rem,"pungkasnya. (bs)