
KabarIkn.com,Balikpapan - Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud bersama tim Satgas Covid 19 berkoordinasi dengan camat dan lurah se-Balikpapan terkait dengan perketatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Balikpapan. Kegiatan berlangsung di ruang Auditorium Pemkot Balikpapan, Rabu (30/6).
Rahmad Mas'ud menjelaskan, PPKM ini bisa dilaksanakan, diimplementasikan dan disosialisasikan kepala masing-masing seluruh RT di Balikpapan. Untuk mencegah penyebaran covid-19 yang terjadi d Balikpapan.
Sementara untuk perpanjangan PPKM mikro jilid kesepuluh yang jatuh pada tanggal 4 Juni 2021 masih terus berjalan, melihat situasi dan kondisinya tren kasus covid 19 di Balikpapan yang mengalami peningkatan.
"Apalagi mereka punya grub wa, sehingga lebih mudah berkoordinasi dengan warganya," ucap Rahmad Mas'ud usai melaksanakan pertemuan.
Dirinya mengatakan, dengan meningkatnya kasus covid-19 di Balikpapan, Tim Satgas Kota berencana memperketat PPKM Mikro jilid kesepuluh. Diantaranya, penutupan cafe atau tempat kuliner yang sebelumnya pukul 22.00 Wita menjadi pukul 21.00 Wita. Meski instruksi dari pusat sampai pukul 20.00 Wita.
"Melihat situasi, kami memutuskan untuk menutup pada pukul 21.00 Wita untuk cafe dan tempat kuliner Balikpapan," akunya.
Adapun upaya yang dilakukan Pemkot bersama unsur Forkopimda dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19, antaranya dengan memperketat pintu masuk menuju Balikpapan, baik melalui jalur udara maupun jalur laut. Bahkan pihaknya telah menemukan penumpang yang terkonfirmasi positif di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan sebanyak enam orang.
Melalui perketatan, pihaknya berhasil melakukan tracking dan menemukan warga yang terkonfirmasi positif, sehingga bisa dikatakan bahwa kebijakan surat edaran wali kota betul-betul di laksanakan oleh masyarakat.
"Kami ingatkan tetap jaga protokol kesehatan (Prokes). Sampai sekarang obat covid-19 belum ditemukan, namun yang utama menjalankan 5 M," paparnya.
Terkait dengan rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di instruksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, ia menanggapi bahwa itu masih wacana, dan semoga Balikpapan tidak terjadi," pungkas.(tim)