
Foto : Region Head Astra Motor Kaltim 1, Thomas Pradu
KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Astra Motor Kaltim 1 tetap optimistis menghadapi kondisi pasar otomotif roda dua di Kalimantan Timur yang dinilai belum sepenuhnya pulih pada 2026. Meski situasi ekonomi tidak sebaik satu hingga dua tahun terakhir, Honda tetap melihat peluang pasar sepeda motor masih cukup potensial untuk digarap.
Region Head Astra Motor Kaltim 1, Thomas Pradu, mengatakan kondisi ekonomi saat ini memang memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha, termasuk industri otomotif.
“Kalau melihat Kaltim sekarang mungkin memang bukan dalam kondisi terbaik seperti satu atau dua tahun lalu. Tapi kami dari Honda melihat market sepeda motor masih punya potensi yang bisa dioptimalkan,” ujarnya.
Menurut Thomas, sejumlah program pemerintah seperti pengembangan sektor ekonomi dan keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap menjadi harapan untuk mendorong pertumbuhan pasar di Kalimantan Timur.
Ia mengakui pembangunan IKN masih berjalan, meski belum sepenuhnya sesuai ekspektasi banyak pihak. Namun Honda tetap berupaya memanfaatkan peluang yang ada dari perkembangan kawasan tersebut.
“Kami tetap melihat beberapa titik dan peluang yang bisa dioptimalkan terkait perkembangan IKN,” katanya.
Thomas juga menyoroti kondisi ekonomi daerah yang turut dipengaruhi persoalan distribusi bahan bakar hingga perlambatan di beberapa sektor industri. Hal itu dinilai berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Meski demikian, Astra Motor Kaltim 1 tetap menargetkan penjualan sepeda motor Honda tidak mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Kami realistis. Dalam kondisi seperti sekarang, target kami minimal penjualan Honda tidak lebih rendah dibanding tahun lalu,” jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Honda menerapkan strategi berdasarkan segmentasi pasar, mulai dari segmen low hingga high. Pada segmen entry level seperti Honda Beat, perusahaan akan lebih fokus memperkuat penjualan kredit karena pola pembelian tunai dinilai mulai berubah dibanding tahun sebelumnya.
Astra Motor Kaltim 1 menargetkan penjualan tidak kurang dari 5.000 unit sepeda motor setiap bulan di seluruh wilayah operasionalnya.
“Produk yang paling besar kontribusinya masih Beat Series dan Scoopy, kemudian diikuti Stylo yang sekarang cukup ramai peminatnya,” ungkap Thomas.
Ia menambahkan tren pasar saat ini menunjukkan peningkatan minat dari kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Jika sebelumnya konsumen didominasi usia 30 tahun ke atas, kini kontribusi pembeli dari kalangan muda terus meningkat hingga mendekati 40 persen.
“Kami melihat pasar sekarang mulai bergeser ke Gen Z. Karena itu kami juga harus menyiapkan aktivitas dan strategi yang lebih relevan dengan anak muda,” katanya.
Selain fokus pada penjualan, Astra Motor Kaltim 1 juga menaruh perhatian besar terhadap layanan purna jual melalui jaringan AHASS dan servis kendaraan.
Thomas menegaskan layanan purna jual bukan sekadar pelengkap bisnis, melainkan bagian penting dalam ekosistem pelayanan Honda kepada konsumen.
“Kami tidak melihat servis hanya sebagai bisnis pendukung. Penjualan dan layanan purna jual itu satu kesatuan. Kekuatan Honda adalah bagaimana menciptakan kepuasan pelanggan sejak membeli sampai servis motornya,” tegasnya.
Saat ini kontribusi layanan purna jual terhadap bisnis perusahaan diperkirakan berada di kisaran 25 persen. Ke depan, Honda akan terus memperkuat fasilitas layanan di seluruh jaringan dealer agar konsumen mendapatkan pengalaman yang lebih baik.
“Kami ingin memastikan bukan hanya sekadar ada layanan, tapi benar-benar baik dan bisa membuat pelanggan puas,” tutupnya. (t)